17 March 2020, 03:10 WIB

Pasar Jaya Tetap Layani Warga


MI | Nusantara

PERUSAHAAN Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya yang mengelola 153 pasar di Jakarta menyiapkan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus korona.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arif Nasruddin dalam keterangan resminya kemarin mengatakan pasar merupakan sentra ekonomi yang setiap harinya tidak pernah putus dari aktivitas jual beli masyarakat.

“Fokus Pasar Jaya yaitu dilakukannya perencanaan kelangsungan bisnis. Hal ini dilakukan untuk sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak yang bisa terjadi imbas penyebaran virus korona,” kata Arif.

Sebagai tahap awal dilakukan bentuk pencegahan yang terkait dengan akses masuk pedagang dan masyarakat ke dalam pasar.

Pembatasan jalur akses pintu masuk ke dalam pasar. Nantinya, di setiap pintu masuk yang sudah diputuskan menjadi pintu utama akan ada petugas yang mengecek dengan thermal gun.

Jika memang di sejumlah pasar sistem keluar masuknya lebih dari satu pintu maka thermal gun yang jumlahnya disesuaikan dengan pintu masuk tersebut. Lebih lanjut Arif menyebut jika ditemukan masyarakat yang terindikasi bersuhu tubuh tinggi di atas 38 derajat celcius maka para manager dan kepala pasar agar memberikan masker secara gratis dan membawanya langsung ke ruangan khusus yang saat ini tengah disiapkan.

“Karena sesuai protokol penanganganan mereka yang terindikasi terkena virus korona tidak boleh berinteraksi dengan orang lain apalagi menggunakan sarana publik karena dapat menularkan virus korona,” tegasnya.

Walau begitu Arif menekankan petugas pasar tidak boleh langsung memvonis mereka yang bersuhu tubuh tinggi pasti terindikasi tercemar covid-19. Petugas di pintu masuk cukup melakukan pendataan identitas masyarakat yang bersuhu tubuh tinggi tersebut sebagai pendataan nantinya.

Manager atau kepala pasar cukup menelpon nomor layanan darurat tanggap corona dari Pemprov DKI untuk langsung diberikan penanganan oleh petugas dari Dinas Kesehatan terdekat.

Selain itu di setiap pintu masuk pasar akan disiapkan hand sanitizer bagi pengunjung dan pedagang yang masuk ke dalam pasar. Pasar Jaya juga meminta agar pedagang dan masyarakat yang berada dalam kondisi sakit agar selalu menggunakan masker ketika berada di dalam area pasar.


Ganjil genap

Sementara dalam menyalurkan program pangan murah bagi pemegang KJP, Arif mengatakan hanya dilakukan di 170 titik gerai.

“Bagi masyarakat pengambil manfaat pangan murah diberlakukan pengambilan dengan sistem ganjil genap sesuai angka terakhir di kartu KJP mereka,” kata Arif.

Arif juga menegaskan pasokan pangan murah KJP dan lainnya aman. Pasar Jaya juga akan menyiapkan sejumlah langkah dari manajemen bagi karyawan yang berada di atas umur 50 tahun. Manajemen akan mengatur pola kerja work from home. (Put/J-1)

BERITA TERKAIT