16 March 2020, 22:13 WIB

Wabah Covid-19 Meningkat, Malaysia Terapkan Lockdown


Mediaindonesia.com | Internasional

PEMERITAH Malaysia memutuskan mengambil langkah lockdown atau karantina secara nasional mulai 18-31 Maret.

Keputusan itu diambil Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menyusul melonjaknya jumlah positif Covid-19 di negara tersebut mencapai 553 kasus.

Dalam pidatonya, Senin (16/3) malam, Muhyiddin mengatakan, pemerintah akan menerapkan Perintah Kontrol Gerakan selama masa karantina. 

"Pemerintah menilai situasi sudah sangat serius, terutama gelombang kedua virus corona. Kita tidak bisa lagi menunggu situasi lebih buruk jadi lockdown bisa dilakukan," ujarnya.

Status karantina itu berarti seluruh aktivitas dihentikan, termasuk sekolah, bisnis, event olahraga, hingga peribadahan. Namun, pasar dan supermarket tetap bisa dibuka. Pelayanan listrik, air, keuangan, keamanan, kesehatan, transportasi, telekomunikasi tetap beroperasi.

Selain itu, WN Malaysia yang baru kembali dari luar negeri wajib diisolasi selama 14 hari. 

"Jangan panik dan tetap tenang. Pembatasan yang dilakukan pemerintah dapat memblokir penyebaran wabah ini," tandas Muhyiddin.

Jumlah pasien positif di Malaysia yang mencapai  553 orang merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Negara itu melaporkan 125 kasus baru. Sebanyak 95 di antaranya tertular saat menghadiri tabliq akbar beberapa waktu lalu. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT