16 March 2020, 20:35 WIB

IDI Imbau Masyarakat Patuhi Social Distance


Atalya Puspa | Humaniora

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengimbau masyarakat agar mematuhi imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan aktivitas di luar rumah (social distacing).

Pasalnya, hal itu dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus korona (Covid-19) yang kini dikhawatirkan makin meluas.

"Kami mendorong sekali social distancing dikerjakan baik oleh masyarakat agar penyebaran penyakit ini bisa kita atasi bersama. Kalau tidak bisa diatasi dengan pembatasan sosial, memang pilihannya karantina. Apakah karantina rumah atau wilayah. Nanti sesuai kondisi," kata Ketua PB IDI Daeng Mohammad Faqih di Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, Senin (16/3).

Adapun, social distacing tersebut yakni masyarakat sebisa mungkin melakukan aktivitas di dalam rumah, mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah. Adapun, saat di kerumunan, masyarakat harus membatasi jarak dengan orang lain, minimal sejauh 2 meter.

Hal itu bertujuan agar mengantisipasi sebaran droplet orang lain yang berpotensi terinfeksi Covid-19.

Untuk itu, diharapkan Pemerintah daerah berperan aktif untuk mengimbau social distancing kepada masyarakat luas, dan membuat batasan-batasan kepada masyarakat.

"Mohon agar pemda mendetilkan apa batasan social distancing kepada masyarakat. Misal, di ruangan tertutup minimal berapa orang, di ruangan terbuka berapa, itu harus digaungkan terus," kata Sekretaris Satgas IDI untuk Penanganan Covid-19 Diah Agustina Waluyo.

Sampai saat ini sendiri, IDI belum menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan opsi lockdown. Pasalnya, penyebaran yang ada saat ini diharapkan dapat ditekan apabila masyarkat mematuhi anjuran social distancing dari pemerintah.

"Lockdown bukan masalah keaehatan. Psikososoal, ekonomi. Mudah2an gak sampe sana. Yang utama mencegah penyebaran. Bukan untuk teatment virus. Virus bisa ditekan. Kalau tertular, setudaknya gak bersama-sama, dan gak membuat RS bingung," pungkasnya. (OL-8).

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT