16 March 2020, 19:24 WIB

Pemprov Sulsel Bakal Isolasi Kepala Dinas yang Keluar Daerah


Lina Herlina | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan berusaha melakukan upaya preventif untuk mencegah penyebaran virus Korona atau Covid-19. Salah satunya dengan memindahkan aktivitas belajar mengajar di sekolah ke rumah masing-masing pelajar.

Selain itu, Pemprov juga akan mengisolasi semua kepala dinas yang sempat keluar daerah dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Makassar, Senin (16/3).

Baca juga: Waduh, Virus Korona sudah Menyebar di 8 Provinsi ini

"Untuk anak sekolah, kita tegaskan, ini bukan libur, tapi kita pindahkan semua aktivitas sekolah di rumah. Jadi tetap belajar di rumah, nanti belajarnya lewat internet," kata Nurdin Abdullah seusai memimpin Rakor di Hotel Four Point by Sheraton Makassar.

"Saya minta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah, hadirkan orang tuanya dan sampaikan apa saja yang harus dilakukan anak-anak selama di rumah. Para orang tua untuk fokus mendengar arahan dari pemerintah," jelasnya.

Selama 14 hari itu, Nurdin Abdullah berharap, seluruh anak didik betul-betul memanfaatkan waktu untuk belajar dan mengerjakan semua  tugas-tugas yang diberikan gurunya. Semua tingkatan libur dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sekolah dasar (SD) dan sederajat, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

"Sampaikan juga bahwa guru-guru harus memberikan tugas kepada anak-anak kita sesuai waktu empat belas hari itu. Jadi, anak-anak kita tidak ada waktu untuk bermain," lanjutnya.

Selain pelajar menengah akhir, Gubernur juga menyampaikan, mahasiswa juga ikut libur sesuai instruksi dari pemerintah pusat. Sementara untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai hasil rapat koordinasi, tetap  bekerja seperti biasa, namun ada pengecualian untuk ASN yang sedang tidak sehat.

"ASN tetap bekerja seperti biasa kecuali ASN yang mengalami gangguan kesehatan untuk mencegah virus masuk. Kantor dipindahkan ke rumah. Pelayanan masih tetap berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.

Ia juga menyampaikan agar tempat-tempat keramaian seperti mall, kawasan wisata, untuk sementara ditutup dulu. "Untuk sementara mall dan kawasan wisata kita minta untuk ditutup dulu," ungkapnya.

Yang paling penting, lanjutnya, diharapkan juga masyarakyat Sulsel tidak memborong semua sembako yang ada di supermarket. Dikhawatirkan akan ada masyarakat yang tidak mendapatkan ketersediaan sembako selama imbauan ini berlaku.

"Untuk kepala dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) yang keluar daerah akan kita  isolasi, karena ini lagi masa inkubasi agar penularan tidak melebar," seru Nurdin.

"Mudah-mudahan kita bisa melewati fase ini. Mohon pengertiannya kepada seluruh seluruh masyarakat, kita akan melewati dengan baik dan tertib dan mengikuti seluruh imbauan."

Terpisah, kepala Dinas Kesahatan Sulsel Ichsan Mustari mengungkapkan jika ada puluhan spesimen yang dikirim ke Litbangkes untuk pemeriksaan.

"Tapi hingga saat ini, hasilnya negatif, kita tunggu lagi masih ada dua yang diperiksa, rabu akan meluar hasilnya," ujarnya. (LN/A-1)

 

BERITA TERKAIT