16 March 2020, 19:18 WIB

Besok Transjakarta, MRT dan LRT Kembali Normal


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pembatasan jam operasional dan jumlah armada transportasi yang beroperasi di bawah BUMD DKI Jakarta seperti Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT), dan Lintas Raya Terpadu (LRT).

Mulai besok, ketiga moda transportasi itu akan beroperasi normal yakni 24 jam bagi Transjakarta. Sementara MRT yang hari ini dibatasi operasionalnya pada pukul 06.00-18.00 menjadi 05.00-23.00. Demikian pun LRT akan kembali beroperas pukul 05.30-22.00.

"Sesuai arahan Bapak Presiden terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan pelayanan umum di Jakarta," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Senin (16/3).

Namun, Anies tetap memberlakukan social distancing yakni dengan membatasi jumlah penumpang di dalam satu armada dalam satu kali putaran perjalanan.

MRT yang kapasitas maksimal satu rangkaian mencapai 1.800 penumpang tetap hanya boleh mengangkut 360 orang. LRT hanya boleh mengangkut 120 orang dari maksimal 400 orang. Sementara kapasitas bus Transjakarta untuk gandeng hanya boleh mengangkut 60 orang dan bus single hanya boleh mengangkut 40 orang.

Baca juga: Jokowi Minta Pengelolaan Transportasi Publik Cegah Kerumunan

Social distancing ini penting untuk tetap menekan penularan virus korona atau Covid-19. Ia mengatakan akan tetap ada antrean di luar stasiun dan halte karena penerapan ini.

"Tapi setelah berdiskusi dengan para ahli bahwa antrian di luar halte dan di luar stasiun, di ruang terbuka mengurangi tingkat risiko penularan dari pada antrian dan kepadatan dalam ruang tertutup. Karena itu pembatasan jumlah penumpang pergerbong dan menjadi penting sekali untuk memastikan bahwa jarak fisik antar satu penumpang dengan penumpang yang lain baik pada saat menuju kendaraan umum maupun selama berada dalam kendaraan umum itu cukup," lanjutnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI menerapkan pembatasan operasional transportasi seperti pemangkasan jam operasional, jumlah rangkaian gerbong kereta MRT serta armada Transjakarta. Hal ini mengakibatkan penumpukan penumpang terjadi karena belum semua perusahaan meliburkan karyawannya.(OL-4)

BERITA TERKAIT