16 March 2020, 18:38 WIB

Hindari Korona, Paguyuban Pasundan Liburkan Kegiatan Pendidikan


Bayu Anggoro | Nusantara

PAGUYUBAN Pasundan memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di semua unsur pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi sampai dua pekan ke depan. Hal itu dilakukan demi meminimalkan penyebaran virus Korona (Covid-19) yang saat ini sudah menjadi pandemi global.

Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengatakan, penyelesaian persoalan Korona itu harus melibatkan semua pihak. Tidak bisa jika hanya mengandalkan pemerintah saja.

Baca juga: Surakarta KLB Korona, Sekolah Diliburkan Mulai Senin

"Tak hanya pemerintah, tapi masyarakat juga harus ikut bertanggungjawab karena ini menyangkut kehidupan diri dan lingkungan mereka," kata Didi di Bandung, Senin (16/3).

Didi menilai positif respon yang dilakukan pemerintah terkait penanganan virus mematikan itu, khususnya pada bidang pendidikan. "Sikap pemerintah tidak berlebihan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan," katanya.

Didi menambahkan, pihaknya telah membuat satuan tugas terkait penanganan Covid-19 ini. Mereka akan bertugas untuk menyusun panduan tentang pencegahan penularan virus tersebut hingga pembuatan cairan pembunuh kuman dan bakteri.

"Kami menyiapkan buku acuan tentang antisipasi dan penanganan musibah korona ini. Warga Paguyuban Pasundan akan mendapat informasi, imbingan, mereka harus seperti apa," katanya.

Tidak hanya itu, menurut dia tim yang dibentuk itupun sudah menyusun program pendidikan agar siswa dan mahasiswanya bisa tetap belajar meski
tidak tatap muka.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Pasundan Eddy Jusuf menyebut pihaknya memberlakukan pendidikan jarak jauh bagi setiap fakultas.

Cara itu dipilih untuk meminimalkan penyebaran Covid-19 di kalangan mahasiswa. Meski begitu, dia memastikan kualitas pembelajaran akan tetap berjalan baik.

"Program jarak jauh ini sudah tidak aneh lagi, karena kami memang sudah terbiasa," katanya.

Dia mengimbau mahasiswanya agar senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan serta untuk sementara waktu tidak mengunjungi tempat keramaian.

Dekan Fakultas Kedokteran Unpas Dedi Rachmadi mengatakan, masa libur ini harus dimanfaatkan untuk terhindar dari potensi penularan Korona.
Terlebih, penyebaran virus ini tergolong mudah dan bisa mengancam siapapun.

"Virus jika keluar dari orang bersin, dropletnya hampir 40 ribu, partikelnya bisa hampir dua juta," katanya. Dia juga mengingatkan bahwa masa hidup virus di luar tubuh manusia bisa hingga 8-9 jam.

"Di dalam suhu kamar, virus bisa bertahan sampai sembilan jam. Di atas suhu 40 derajat celcius, bisa bertahan hidup hingga dua jam," jelasnya.  

Oleh karena itu, menurutnya masyarakat harus waspada dengan melindungi diri sebaik mungkin. "Untuk mencegahnya, jaga kebersihan, cuci tangan.
Lebih hati-hati dalam memegang apa yang biasa dipegang orang," katanya. (BY/A-1)

BERITA TERKAIT