16 March 2020, 13:20 WIB

BPJAMSOSTEK Gelar Vokasi Bagi Pekerja Terkena PHK di Banten


mediaindonesia.com | Ekonomi

BPJAMSOSTEK melaksanakan kegiatan sosialisasi vokasi kepada para pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja dan juga menghadirkan para pemberi kerja di Cikande, Banten, Senin (16/3). Acara yang digelar di Hotel Swiss-Belinn, Cikande tersebut dihadiri sekitar 600 pelerja yang tergabung dalam Serikat Buruh (FSB) Garmen, Tekstil, Kerajinan, Kulit dan Sentra Industri (Garteks) Banten.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban dan Ketua umum FSB Garteks Federasi Serikat Buruh (FSB) Garmen, Tekstil, Kerajinan, Kulit dan Sentra Industri (Garteks)  KSBSI Ary Joko Sulistyo  

Dalam sambutannya, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan BPJAMSOSTEK kembali gencar melakukan sosialisasi masif terkait pelatihan vokasi yang secara resmi telah dilaksanakan sejak September 2019 lalu. 

“Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan daya saing pekerja Indonesia sehingga selaras dengan salah satu prioritas kerja pemerintah, yaitu pembangunan sumber daya manusia,” ujar Krishna.

Menurut Krishna, selama masa piloting, pelatihan ini mendapatkan respons positif dari para pekerja di mana tercatat 5.321 peserta yang telah mendaftar. Dengan menggandeng 54 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), BPJAMSOSTEK berhasil melatih 2.963 peserta dengan persentase kelulusan 88.62% dan sudah tersertifikasi. 

“Saat ini BPJAMSOSTEK akan memberdayakan seluruh Kantor Cabang untuk pelaksanaan pelatihan vokasi di wilayah masing-masing,” jelasnya.

“Melalui Vokasi Indonesia Bekerja ini, BPJAMSOSTEK akan mendampingi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan putus kontrak untuk selanjutnya melakukan reskilling maupun upskilling sehingga mampu bekerja kembali atau menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja baru,” papar Krishna.

Saat ditanya media, Krishna juga menjelaskan pelaksanaan vokasi juga bukan hanya dipahami oleh pengurus LPK dan pemberi kerja tetapi seluruh masyarakat. “Peserta BPJAMSOSTEK yang mengalami PHK bisa mendapat kesempatan ikut vokasi.”

“Bagi mereka yang belum menjadi peserta yakni pekerja informal dan lain lain kalau ingin vokasi dengan kesempatan luar biasa harus terdaftar menajdi peserta BPJAMSOSTEK dulu baru bisa ikut vokasi,” tuturnya.

Ia menambahkan sesuai target pemerintah, BPJAMSIOTEK menargetkan 25 ribu peserta akan mengikuti vokasi dari wilayah dengan anggaran sekitar RP294 miliar.

“Kami tak bisa bekerja sendiri dan harus dapat dukungan dari serikat pekerja, buruh ataupun dari asosiasi pengusaha yang ersama kami menjadi ‘bapak asuh’ untuk menerima pemagangan untuk mendidik dan mendampingi supaya yang ikut vokasi dapat mewujudkan mimpinya jadi wirausahawan mandiri dan kembali bekerja bisa terjadi atau return to work,” terang Krishna.

Anggota Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Rekson Silaban turut mendukung kegiatan vokasi bagi pekerja peserta BPJAMSOSTEK yang mengalami PHK.  Apalagi, katanya, banyak pekerja yang mengalami PHK dan diharapkan dengan vokasi bisa bekerja kembali. 

Sementara itu, Elly Rosita Silaban mengatakan,” Saya tadi tertarik sekali ketika beliau (Krishna Syarif)  menyampaikan soal adanya vokasional ini karena kita tahu misalnya lapangan kerja dan banyak lapangan pekerjaan tapi tak sesuai dengan kebutuhan.” 

Sebagai Presiden KSBSI, Elly menyatakan terima kasih dan dukungan kepada BPJAMSOSTEK yang menggelar kegiatan vokasi bagi pekerja yang mengalami PHK dan telah jadi peserta program BPJAMSOSTEK.     

“Sosialisasi BPJAMSOSTEK harus lebih diperkuat melalui serikat buruh karena kita memilki anggota dan kontak langsung dengan para pekerja yang membutuhkan hal tersebut,” ujar Elly.

Di sisi lain, Mulyana, Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan Kanwil BPJAMSOSTEK Banten, Pps Deputi Direktur Wilayah Banten mengatakan BPJAMSOSTEK Banten memiliki kuota 6.636 peserta yang mengikuti vokasi pada 2020.

“Minggu ini vokasi sudah bisa dilaksanakan. Pendaftaran peserta vokasi bisa ke Kantor Cabang BPJAMSOSTEK dan LPK yang sudah bekerja sama. Syaratnya  adalah pekerja yang menjadi peserta program BPJAMSOSTEK yang mengalami  PHK,” kata Mulyana.

Pada kesempatan yang sama, Ketua umum FSB Garteks Ary Joko Sulistyo mengatakan banyak pekerja di perusahaan  garmen, tekstil, dan sepatu mengalami PHK terutama di wilayah Jabodetabek.

“Peran pemerintah dalam mengatai PHK adalah dengan memberikan vokasi yang diinisiasi BPJAMSOSTEK. Dengan mengikuti vokasi, pekarja yang mengalami PHK bisa mendapat skill dan menjadi tenaga kerja terampil dan kompeten yang siap bekerja lagi,” kata Ary. (OL-09)
 

BERITA TERKAIT