16 March 2020, 16:48 WIB

Cegah Korona, Perbatasan RI-Timor Leste Tutup Selama Dua Bulan


Palce Amalo | Nusantara

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat mengatakan penutupan seluruh pintu perlintasan antara Indonesia dan Timor Leste hanya berlaku untuk lalu lintas manusia. Sedangkan lalu lintas barang atau bahan kebutuhan pokok dari Indonesia ke Timor Leste tetap berjalan seperti biasa, namun diawasi ketat. Sedangkan rencana semula penutupan hanya berlangsung dua minggu, ditambah menjadi dua bulan.

Namun, penutupan perbatasan baru akan diumumkan dalam rapat lanjutan kelompok kerja percepatan penanganan virus korona pada Selasa (17/3).

Laiskodat mengatakan hal itu setelah mendengar masukan dari pimpinan berbagai instansi yang bertugas di wilayah perbatasan, dinas kesehatan,
TNI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dilli dan Konsulat Timor Leste di Kupang dalam rapat di Kantor Gubernur NTT, Senin (16/3).

Baca Juga: Hendak Diisolasi Pasien Terduga Covid-19 di Kudus Kabur

Rapat tersebut bertujuan menyamakan presepsi di antara pimpinan instansi untuk mencegah penyebaran virus korona ke wilayah NTT. Persiapan harus dilakukan karena jika ada warga yang tiba-tiba terpapar korona mencapai ratusan orang, daerah tidak punya cukup dokter dan ruangan untuk menangani pasien secara baik. "Karena itu cara yang paling murah ialah menutup diri secara pribadi maupun secara organisasi daerah," ujarnya.

Dia mengatakan saat ini di wilayah NTT maupun dan Timor Leste tidak ada warga dalam pantauan maupun suspek korona. Namun penutupan perbatasan bertujuan agar NTT dan Timor Leste sama-sama menjaga diri, serta masyarakat bekerja secara tenang.

Konsul Republik Demokratik Timor Leste di Kupang, Jesuino Dos Reis Matos mengatakan pemerintah negaranya tidak mempersoalkan penutupan
perbatasan. "Ini demi kepentingan bersama. Tidak masalah, lebih baik kita mengantisipasi. Pemerintah Timor Leste juga bilang kalau perlu kita juga mengisolasikan diri," ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Covid-19 Jenis Baru, Candi Borobudur Didisinfektan

Namun, Jesuio minta diberi kesempatan untuk menyosialisasikan penutupan perbatasan kepada masyarakat Timor Leste. Selain itu, warga Timor Leste
yang berada di wilayah NTT terutama mahasiswa diberi kesempatan kembali, jika ingin kembali ke Dilli. Begitu juga warga Indonesia yang ada di Dilli dan ingin pulang. "Tetapi mempertimbangkan masyarakat Timor Leste, lalu lintas barang tidak  ditutup," katanya. (PO/OL-10)

BERITA TERKAIT