16 March 2020, 16:23 WIB

Gara-gara Covid-19, Sejumlah Pasangan Tunda Resepsi Pernikahan


Nur Aivanni | Internasional

HOLLY Eason dan tunangannya Masakazu Yamamoto sudah sejak lama merencanakan pernikahan mereka pada April di kota asal mereka di Tokyo. Sayangnya, kini mereka harus membatalkan semuanya karena pandemi virus korona.

Eason, yang merupakan seorang guru, tidak mau mengambil risiko tamunya terkena infeksi jika pernikahan tersebut tetap digelar.

Baca juga: Kasus Korona Naik Hampir 11 Ribu di Luar Tiongkok dalam 24 Jam

"Saya tidak bisa memaafkan diri sendiri jika perayaan kami menjadi penyebab kondisi kesehatan yang serius," katanya, seperti dikutip dari BBC, Minggu (15/3).

Tak hanya itu, ia juga khawatir jika ayah dan saudaranya tidak diizinkan masuk ke Jepang. Meski kecewa dengan kondisi tersebut, ia menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas.

Keluarga pun berharap agar mereka kembali menjadwal ulang pernikahan di kemudian hari.

Nasib serupa juga harus dialami oleh Saavan Nathwani dan Risha Modi. Pernikahan impian mereka di Italia yang seharusnya menjadi momen paling membahagiakan dalam hidup mereka juga terpaksa harus ditunda.

Modi menceritakan bahwa ia dan pasangannya akan menikah di Tuscany, Italia dalam waktu sekitar satu bulan. Kini, keduanya tidak tahu apakah acara tersebut akan berlanjut atau harus ditunda atau dibatalkan.

"Kami telah merencanakan pernikahan ini selama hampir enam bulan," kata Modi yang berasal dari London yang telah mengundang 150 tamu dari seluruh dunia termasuk bayi, kakek-nenek dan kerabat lansia.

Dengan respons yang berubah cepat yang dilakukan Inggris, mereka juga khawatir bahwa mungkin lebih baik untuk menunda jika Inggris akhirnya melakukan penguncian.

Lauren Maitland dan tunangannya, Charlotte Armitage, juga tidak keberatan jika acara pernikahan mereka yang rencananya digelar di Yorkshire pada Mei mendatang harus ditunda atau dibatalkan.

"Kami punya teman dan keluarga dari Australia, Selandia Baru, Swiss, Jerman, dan AS. Kami sangat cemas mereka tidak akan bisa bepergian," kata Maitland.

Pasangan yang tinggal di St Ives, Cambridgeshire, itu mengatakan mereka memilih pendekatan wait and see saat ini. Yang terpenting, menurut mereka, adalah menjaga semuanya dalam keadaan baik.

"Selama semuanya tetap baik dan bebas virus, maka menunda atau membatalkan rencana kami pada akhirnya tidak terlalu penting. Kami hanya ingin semua orang baik-baik saja," kata Maitland.

Sementara itu, di London, Elisha Deol dan tunangannya Ronak Shah sedang mencoba mencari tahu rencana darurat untuk memastikan pernikahan mereka berlangsung dalam beberapa minggu lagi.

Pasangan yang telah bertunangan selama lebih dari satu tahun itu akan mengadakan pernikahan Hindu dengan 500 tamu di Oshwal Center di Potters Bar bulan depan. Hari berikutnya, mereka akan menggelar pernikahan sipil dan resepsi di Hotel Savoy. Seluruh acara diatur dengan biaya sekitar £100.000.

Kini, pasangan tersebut tengah khawatir dengan rencana pernikahan mereka di tengah pandemi virus korona. Sebagian besar tamu dari Kanada, Kenya dan AS telah membatalkannya.

Baca juga: Jumlah Kasus Baru Virus Korona di Korsel Terus Turun

Saat ini, kata Deol, pihaknya tengah menyurati semua pihak yang terlibat dalam gelaran pernikahan mereka apakah mereka punya rencana darurat dengan kondisi yang ada tersebut.

"Sangat sulit untuk mengetahui apakah kita akan mendapatkan pengembalian uang, atau bahkan mencoba membuat rencana nyata karena keadaannya terus berubah," katanya. (BBC/OL-6)

BERITA TERKAIT