16 March 2020, 16:13 WIB

Menhub Positif Korona, Bupati Luwu Bantah Masuk Pemantauan


Lina Herlina | Nusantara

Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar rapat koordinasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/3), terkait pencegahan penularan penyakit korona di wilayahnya. Rapat dipimpin langsung Bupati Luwu Basmin Mattayang.

Pemkab mengimbau kepada seluruh masyarakat di Luwu, untuk selalu waspada, termasuk jika ada tamu-tamu yang datang dari luar Sulsel, khususnya dari luar Indonesia. "Karena korona itu kan datangnya dari luar negeri," kata Basmin.

Ia pun sempat menampik informasi yang mengatakan dirinya masuk dalam daftar orang dalam pemantauan Covid-19. Hal itu lantaran 28 Februari lalu, dirinya mendampingi Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja meninjau pembangunan Bandara Bua di Kabupaten Luwu.

Baca Juga: Waspada Covid-19, Ketua DPRD Poso Desak Pemda Ambil Langkah Preventif

"Itu sempat viral. Saya tadi dengan Pak Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sempat becanda karena hal itu. Tapi perlu dicatat, Menhub di Luwu 28 Februari, itu sebelum beliau menjemput WNI kru kapal pesiar di Kertajati. Jaraknya seminggu," kilah Basmin.

Ia juga enggan mengomentari lebih info dirinya positif korona. "Tidak perlu saya jawab, adik-adik bisa lihat sendiri. Bahkan tadi pagi mencuat isu, saya tidak bisa makan. Padahal yang ada hari ini makanan saja sudah tidak ada," lanjut Basmin.

Hanya saja, ia mengaku belum melakukan tes kesehatan karena ia merasa sehat-sehat saja. "Tadi suhu saya 36 derajat celcius, berarti normal. Ada gejala lain panas segala macam itu tidak saya rasakan. Dan saya dengan pak menteri sudah lewat 14 hari," aku Basmin.

Baca Juga: Cegah Covid-19, Tamu Istana Wajib Lewat Bilik Disinfektan

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah juga membantah jika dirinya juga masuk dalam daftar orang dalam pemnatauan karena pernah berinteraksi dengan Menhub Budi Karya Sumadi.

"Jangan membuat panik. Jangan membuat semakin gaduh. Kita berdoa saja. Semoga tidak masuk ke Sulsel. Selama ini kan kita masih negatif Covid-19," tegas Nurdin.

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe mengaku sudah mendapat laporan terkait hoaks-hoaks yang beredar selama virus korona menjangkit di sejumlah wilayah.

"Ini akan diusut lebih lanjut, rekan-rekan wartawan juga supaya bisa membantu, minimal menginformasikan terkait hoaks tersebut," tegas Mas Guntur.

Hanya saja Mas Guntur juga mengatakan pihaknya belum ada tindak lanjut terkait kabar hoaks yang beredar. "Tapi akan diselidiki," pungkasnya. (LN/OL-10)

BERITA TERKAIT