16 March 2020, 15:45 WIB

Alat Pelindung Diri Petugas Medis Kurang, PKS: Membahayakan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Dedi Supriadi menilai saat ini Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis dan paramedis di seluruh fasilitas kesehatan yang dimiliki pemerintah, masih kurang diakomodasi dengan baik.

"Membahayakan sekali ini. Sementara petugas berusaha menolong orang dengan gejala terinfeksi virus Covid- 19, tapi mereka tidak terlindungi dengan baik," kata Dedi dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (16/3).

Dedi menuturkan APD yang dimaksud adalah pakaian khusus, masker khusus dan sarung tangan yang semua sifatnya satu kali pakai (disposable). Semuanya itu untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 lebih parah ke keluarga dan lingkungan petugas medis dan paramedis.

Baca juga: Pemkot Bogor: Alat Pelindung Diri Petugas untuk Covid-19 Kurang

Kurangnya jumlah APD bagi petugas medis dan paramedis sangat disayangkan Dedi. Ini mengingat jumlah pasien terinfeksi dan orang dalam pengawasan (ODP) yang bertambah dengan cepat. Saat ini sudah 117 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan sebagian besar dirawat di rumah sakit yang ada di Jakarta.

"Para dokter dan perawat saat ini, apakah mereka pakai APD yang memadai sejak di front terdepan, seperti IGD. Kemudian saat melakukan perawatan?" tutur Dedi.

Dedi berharap pemerintah benar-benar memerhatikan kebutuhan APD ini untuk menjaga agar Indonesia umumnya dan Jakarta khususnya tidak kekurangan tenaga medis dan paramedis.

"Apalagi saat ini banyak fakultas kedokteran dan keperawatan yang menonaktifkan kegiatan belajar mengajar. Padahal mereka adalah sumber daya relawan bidang kesehatan yang kita miliki," pungkas Dedi. (OL-14)

BERITA TERKAIT