16 March 2020, 12:26 WIB

Gara-Gara Covid-19, MK Tunda Seluruh Persidangan


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

KETUA Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menyebut seluruh jadwal persidangan baik sidang pleno maupun sidang panel di Mahkamah Konstitusi tidak dapat dilanjutkan dalam beberapa waktu yang belum dapat ditentukan. Hal itu karena kondisi dan situasi nasional terkait penyebaran wabah Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Anwar dalam persidangan permohonan pengujian formil dan materiil Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2019, tentang perubahan kedua atas UU nomor 30 tahun 2002 tentang komisi pemberantasan tindak pidana korupsi (KPK) terhadap UUD negara Republik Indonesia tahun 1945.

"Karena situasi nasional yang sedang kita hadapi ini, internasional malah. Untuk itu, mohon diperhatikan, sidang ini tidak bisa kita lanjutkan dan akan ditunda sampai waktu yang belum bisa dipastikan sambil melihat perkembangan situasi nasional dan internasional ke depan," kata Anwar dalam persidangan, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (16/3).

Baca juga: KPK Optimistis Pengadilan Tolak Praperadilan Nurhadi

"Dan bukan hanya sidang ini tapi untuk semua persidangan, jadi bukan khusus sidang perkara mengenai KPK ini, jadi untuk seluruh persidangan baik sidang pleno maupun sidang panel," imbuhnya.

Disebutnya, penundaan persidangan ini dilakukan untuk menghindari terjadi penyebaran wabah Covid-19 yang semakin meluas, dan tentunya berisiko kepada kondisi negara.

"Kita tentunya semua berharap tetap dalam keadaan sehat, bukan hanya majelis hakim tapi tentu itu untuk semua masyarakat, sekali lagi ini dilakukan untuk mengantisipasi keadaan," tuturnya.

Dengan demikian, Anwar pun kembali menegaskan bahwa seluruh persidangan akan ditunda, dengan waktu yang belum dapat ditentukan.

"Karena situasi negara bahkan internasional sekarang sedang mengantisipasi pesebaran virus korona, sekali lagi sidang akan ditunda sampai waktu yang tidak bisa dipastikan sampai kapan. Nanti panitra akan memberitahu kapan sidang akan dilanjutkan kembali," tukasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT