16 March 2020, 11:36 WIB

Dampak Covid-19, Ratas Kabinet Digelar Melalui Video Conference


Thomas Harming Suwarta, Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama para menterinya melalui video conference, Senin (16/3) pagi. Ratas yang membahas percepatan ekonomi dalam rangka menghadapi tekanan virus korona ini dilakukan sebagai bagian pencegahan penyebaran virus Covid-19 makin meluas.

"Rapat dimulai pukul 10.00 WIB dan masih berlangsung," kata Pramono kepada wartawan.

Sekrteraris Kabinet Pramono Anung membagikan momen Rapat tersebut melalui akun instagram-nya @pramonoanungw. Tampak Presiden dan para menteri pada layar video conference masing-masing dari kantornya seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan, hingga Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz.

Baca juga: Diamuk Korona, Jokowi: Saatnya Kerja dari Rumah, Ibadah di Rumah

Kebijakan ini diambil untuk sementara waktu sesuai arahan presiden untuk menghindari kontak langsung dalam rangka menekan penyebaran virus korona. Apalagi salah satu anggota kabinet, yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah dinyatakan positif terjangkit korona.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3) kemarin, Jokowi memastikan Kabinet Kerja jilid II tidak terganggu akibat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terinfeksi virus korona. Menurut dia, seluruh anak buahnya tetap bekerja seperti biasa bahkan lebih keras.

"Sebagaimana kemarin telah disampaikan bahwa salah satu menteri kami terdeteksi positif terinfeksi Covid-19. Langkah-langkah antisipatif telah dilakukan dan saya yakin bahwa para menteri tetap bekerja penuh seperti biasa," kata Jokowi di Istana Bogor, Minggu (15/3).

"Bahkan hari-hari ini para menteri bekerja lebih keras walaupun sebagian dilakukan dengan cara online untuk mengatasi isu kesehatan dan mengatasi dampak perekonomian akibat Covid-19 ini," lanjut Kepala Negara.

Presiden juga sudah menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 bisa segera dihambat. Ia juga meminta agar pola kerja, belajar, bahkan ibadah mulai diubah.

"Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah. Belajar dari rumah, ibadah di rumah," kata Jokowi. (OL-6)

BERITA TERKAIT