16 March 2020, 10:44 WIB

Myanmar Klaim Bebas Covid-19 karena tidak Punya Kebiasaan Salaman


Willy Haryono | Internasional

PEMERINTAH Myanmar menegaskan negaranya masih bebas dari virus korona (Covid-19). Myanmar juga membantah anggapan sejumlah pihak bahwa ada sejumlah kasus Covid-19 yang tidak terdeteksi di negara tersebut.

"Myanmar tidak memiliki budaya bersalaman, berpelukan, atau berciuman seperti di negara-negara (Barat)," ujar Direktur Jenderal Kementerian Kantor Konselor Negara Myanmar U Zaw Htay dalam sebuah konferensi pers.

Covid-19 disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai penyakit yang sangat mudah menular. Penularannya dapat terjadi dari manusia ke manusia melalui sentuhan fisik. Virus itu juga dapat dengan mudah melekat di tangan seseorang.

"Banyak warga negara kami tidak memiliki kartu kredit. Seperti kalian tahu, kartu kredit itu mungkin sudah dipegang ratusan orang pada setiap harinya. Negara kami lebih senang menggunakan uang kertas," sambungnya, yang juga menjabat sebagai juru bicara pemerintahan Myanmar.

Baca juga: Jumlah Kasus Baru Virus Korona di Korsel Terus Turun

Dilansir dari Guardian, Minggu (15/3), U Zaw Htay menegaskan bahwa pemerintahannya telah menerapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. Myanmar telah meminta semua warga menghindari acara perkumpulan dalam jumlah besar, menjaga kesehatan tubuh, dan tidak memborong kebutuhan pokok secara berlebihan.

Ia menambahkan, hukuman berat akan dijatuhkan kepada siapa pun yang menyebarkan kabar bohong mengenai Covid-19 di Myanmar.

Belum lama ini, Myanmar telah membatalkan sejumlah festival yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. Sejumlah negara lain di Asia Tenggara juga telah membatalkan berbagai acara.

Virus korona pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir Desember 2019. Covid-19 kini telah muncul di lebih dari 120 negara, dengan total kasus melampaui 156 ribu, 5.833 kematian, dan 73.968 pasien sembuh. (OL-1)

BERITA TERKAIT