16 March 2020, 10:30 WIB

DPR akan Bentuk Panja Penanganan Covid-19


Fachri Audhia Hafiez | Humaniora

DPR akan membentuk panitia kerja (panja) penanganan virus korona (covid-19). Pembentukan panja dimulai usai masa reses yang berakhir 22 Maret 2020.

"(Panja) Ini mulai akan langsung terbentuk dan paling utama tadi memastikan tingkat kesiapan dan pemerintah dalam aspek ketahanan nasional," kata anggota Komisi I Bobby Adhityo Rizaldi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/3).

Bobby mengatakan panja tidak berkapasitas mencari jalan menyembuhkan virus berbahaya tersebut. Namun, panja akan menyoroti mulai dari kesiapan rumah sakit rujukan, kesiapan otoritas sipil, hingga mencegah kendala yang berpotensi ditemui.

"Jadi bukan dari bagaimana menyembuhkan korona-nya tapi kesiapan aspek lembaga negara," ujar Bobby.

Baca juga: Wartawan Rawan Terpapar Virus Korona

Politisi Partai Golkar itu menegaskan persiapan penanganan pasien terduga maupun positif covid-19 menjadi penting memaksimalkan proses penyembuhan. Menahan laju penyebaran virus juga harus diupayakan.

Namun, Bobby belum sependapat jika kebijakan lockdown atau menutup akses diterapkan. Dia menilai beberapa negara tidak mengeluarkan kebijakan lockdown, namun mampu menangani penyebaran covid-19. Misalnya, Taiwan dan Korea Selatan.

"Pada saat ini, kita masih pada fase bagaimana memperkuat fase pendeteksian, tracing, dan juga pencegahan dan juga memastikan logistik untuk misalkan alat pelindung diri (APD), seperti masker dan bagaimana antireagen yaitu diselesaikan bersama," ucap Bobby.

Pasien positif covid-19 di Indonesia per hari ini tercatat mencapai 117 kasus. Virus ini juga menjangkit Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menjadi pasien kasus 76.

Budi Karya terjangkit virus korona saat menjalankan tugasnya. Dia terjun langsung dalam menangani penyebaran covid-19 di objek vital seperti bandara dan pelabuhan. (OL-1)

BERITA TERKAIT