16 March 2020, 08:00 WIB

Gerakan Membatasi Aktivitas Diyakini Manjur Atasi Korona


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

 DI Provinsi Hubei, Tiongkok, tempat wabah virus korona baru muncul, otoritas kesehatan cepat melarang pertemuan besar dan meluncurkan sejumlah langkah social distancing untuk menurunkan dan membendung penularan wabah mematikan itu.

Social distancing atau mengambil jarak sosial, bukan antisosial. Dalam praktik kesehatan publik, hal itu dikenal sebagai social distancing.

Apa yang diperbuat Pemerintah Provinsi Hubei? Mereka ketat melarang seseorang masuk atau keluar dari area terisolasi kecuali ada alasan keluarga atau pekerjaan krusial dalam mengatasi virus.

Lalu, mereka juga memerintahkan warga menghindari pergerakan di dalam kota yang terinfeksi kecuali jika ada pekerjaan mendesak atau tidak dapat ditunda.

Pemprov Hubei menutup semua lembaga pendidikan, pusat kebugaran, museum, stasiun, kolam renang, teater, tempat kegiatan komersial lain kecuali transportasi, rumah sakit, apotek, dan toko bahan makanan.

Dalam melakukan aktivitas di area komersial, warga harus menjaga jarak 1 meter dengan warga lainnya. Pengelola tempat komersial yang tidak melaksanakannya ditegur keras dan bahkan tempat usaha mereka bisa ditutup.

Di AS, saat jumlah kasus virus korona baru terus membengkak, otoritas pemerintah dan swasta juga melakukan langkah serupa, yakni mendorong masyarakat menerapkan social distancing.

Berbagai negara bagian dan kota AS pun memberlakukan kebijakan yang membatasi kontak erat antarorang dalam upaya memperlambat wabah yang bergerak cepat ini.

Beberapa dari amanat ini termasuk menutup sekolah, melarang pertemuan besar, dan membatasi pelanggan di restoran dan bar. Gubernur New York, Andrew Cuomo, memerintahkan penutupan semua pertunjukan Broadway hingga 13 April.

Ketika kasus covid-19 terus melonjak di Italia, otoritas kesehatan menyarankan warga mempraktikkan social distancing sebanyak mungkin untuk membatasi penularan.

Saat menerapkan tindakan menjaga jarak, Anda masih bisa pergi bekerja atau sekolah dengan menggunakan transportasi umum. Namun, Anda harus berusaha tetap menjaga jarak sekitar 1,5 meter dari orang lain saat menerapkan social distancing tersebut.

Akan tetapi, otoritas kesehatan di Eropa mengakui social distancing tidak dapat dipraktikkan dalam semua situasi meskipun sangat efektif membendung bertambahnya kasus korona.

Jokowi pun mengimbau masyarakat membatasi aktivitas dan menjaga jarak (social distancing) untuk menekan laju penularan korona di Indonesia. (The Guardian/Hym/Dhk/X-3)

BERITA TERKAIT