16 March 2020, 07:10 WIB

AHY Resmi Gantikan Ayahnya, SBY


MI | Politik dan Hukum

MANTAN calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah sah menduduki kursi Ketua Umum Partai Demokrat yang semula diduduki ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Proses pemilihannya pun terbilang fantastis, karena mendaftar pada pukul 08.30 WIB dan pukul 14.00 resmi diputuskan sebagai nakhoda baru Demokrat.

"Alhamdulillah Mas AHY sudah terpilih menjadi ketum PD periode 2020-2025. Seluruh peserta yang punya hak suara secara bulat aklamasi memilih AHY untuk memimpin Demokrat," jelas Ketua DPP Partai Demokrat, Irwan, di arena Kongres V Partai Demokrat, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, sidang kongres yang di-pimpin Evert Ernest Mangindaan berjalan mulus. Seluruh pemegang hak suara secara bulat memberikan amanat kepada AHY untuk meneruskan kepemimpinan ayahandanya.

Tidak ada satu pun ketua DPD dan DPC yang berbeda pendapat terkait nakhoda baru Demokrat. "Sebanyak 34 DPD dan 514 DPC se-Indonesia (memilih AHY)," terangnya.

AHY menjadi satu-satunya kader yang mencalonkan diri sebagai ketum Demokrat. Putra sulung SBY itu mengaku mendapatkan dukungan dari seluruh ketua DPD.

"Ini adalah kumpulan surat rekomendasi dari ketua DPD dan DPC seluruh Indonesia," kata AHY saat mengisi formulir pendaftaran calon.

Ia datang didampingi istrinya, Annisa Pohan, dan diiringi sejumlah pendukung yang kompak meneriakan yel-yel seperti 'AHY ketum, Demokrat siap, SBY yes'.

Dalam kongres sekali ini, Demokrat sengaja tidak mengundang satu pun pejabat pemerintahan, termasuk Presiden Jokowi. Pasalnya, acara itu berlangsung di tengah wabah virus korona.

Namun, SBY mengaku telah berkomunikasi dengan Jokowi terkait kongres. Juga, telah menyampaikan kepada bebe-rapa pejabat terkait.

"Menteri Kesehatan Terawan, Kapolri Jenderal Idham Azis, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Satgas Penanggulangan Virus Korona Letjen Doni Monardo, sudah dikomunikasikan soal hajatan ini," jelas SBY.

Ia menyebutkan awalnya ingin menyelenggarakan kongres lebih besar. Namun, kondisi saat ini tidak memungkinkan karena tengah dilanda kejadian luar biasa pandemi covid-19. (Cah/P-3)

 

BERITA TERKAIT