15 March 2020, 23:33 WIB

BMI Bagikan Masker Gratis untuk WNI di Taiwan


Mediaindonesia.com | Internasional

VIRUS Korona telah merebak di 154 negara di dunia. Hingga 15 Maret 2020, telah lebih dari 150 ribuan orang di dunia yang terinfeksi, 5.839 orang meninggal akibat terjangkit virus yang akibatkan penyakit pneumonia akut.
   

Sejak mulai merebak di akhir Januari 2020, Taiwan yang berada di seberang China, kini dilaporkan ada 53 kasus positif terinfeksi, 1 meninggal, ribuan warga diminta melakukan karantina mandiri dalam rumah.


Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan tidak saja memberlakukan peraturan ketat keimigrasian, juga menaikkan level pencegahan hingga ke level satu yang artinya waspada.

Berbagai langkah antisipasi pencegahan lainnya, hingga pengadaan masker mulut bagi warga. Setiap orang diminta untuk sering mencuci tangan, menghindari keramaian, kenakan masker di tempat ramai atau saat ke rumah sakit.
 

Tidak saja di Indonesia, masker juga menjadi produk sangat langka di Taiwan, yang mana selama ini mengimpor masker dari negara lain. 

Produk masker dalam negeri tidak mencukupi, sehingga pemerintah Taiwan memberlakukan pembatasan pembelian masker, setiap orang hanya boleh membeli 3 lembar masker per 7 hari, dengan penerapan hari beli wajib mengacu pada nomor kartu AsKes atau KTP Taiwan.
 

Jumlah warga negara  Indonesia di Taiwan tercatat sebanyak lebih dari 270 ribu orang, mayoritas adalah pekerja migran yang umumnya bekerja sebagai perawat atau PRT. Mereka yang menjaga orang tua atau pasien di rumah sakit, maka masker menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk mereka. Tetapi, kondisi kekurangan masker di Taiwan adalah sebuah kenyataan yang tidak terelakkan.
 

Banteng Muda Indonesia di Taiwan bersama dengan DPLN PDI-Perjuangan Taiwan, organisasi ABK (Anak Buah Kapal), PCI-Nahdlatul Ulama Taiwan, Solidaritas Merah Putih, Minggu (15/3) menggelar aksi Peduli PMI di taman Piramid kota Taichung. Lokasi ini menjadi tempat berkumpulnya para PMI di kawasan sentral Taiwan.
   


Lebih dari 1.500 lembar masker dibagi serentak secara gratis di taman Piramid, bahkan hingga masuk ke lorong-lorong setempat yang dipenuhi dengan toko-toko Indonesia.
 

Aksi ini tidak saja menarik perhatian WNI semata, bahkan kali ini tidak sedikit warga Taiwan atau warga negara asal Vietnam dan Filipina yang ikut dalam antrean mendapatkan masker gratis asal Indonesia.


“Sejak Februari, kami telah mulai secara bertahap mencoba mendapatkan masker di Indonesia dan dikirimkan kepada saudara-saudara Indonesia kita yang jauh berada di Taiwan, dimana mereka malah sangat dekat dengan sumber virus, yakni China. Kepedulian ini kami sampaikan juga kepada semua teman-teman BMI yang ada di Taiwan”, tutur Eka Yanto, Ketua Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta.

Sementara, Ella, kader BMI dan PDI-P yang telah menetap di Taiwan sepuluhan tahun lebih, mengatakan, pemerintah Taiwan telah memberlakukan berbagai peraturan secara adil, bahkan kepada warga asing. 

"Akan tetapi, banyak yang tidak bisa ke luar atau libur di hari biasa, oleh sebab itu kami meminta bantuan BMI di Indonesia. Masker yang diterima secara bertahap kami kumpulkan dan kami bagikan secara gratis hari ini kepada WNI yang bermukim di kawasan Taichung, yang menjadi kota terbanyak ke 3 untuk jumlah PMI nya”, jelas Ella.

Aksi peduli sembari membagi masker, disambut baik oleh pihak kepolisian Taichung yang turut mengutus petugas untuk mengawasi keamanan dan ketertiban jalannya aksi sosial tersebut. (OL-8). 

BERITA TERKAIT