16 March 2020, 06:40 WIB

KPUD Butuh Dukungan


Cikwan Suwandi | Nusantara

DELAPAN kabupaten dan kota di Jawa Barat menggelar pilkada tahun ini. Dari jumlah itu, lima di antaranya oleh Badan Pengawas Pemilu dikategorikan sebagai daerah dengan kerawanan tinggi, yakni Kabupaten Bandung, Karawang, Tasikmalaya, Cianjur, dan Pangandaran.

Saan Mustopa, Wakil Ketua Komisi II DPR RI meminta indeks kerawanan pemilu yang diumumkan Bawaslu itu harus jadi peringatan. "Untuk semua pihak. Tidak hanya penyelenggara dan pengawas pemilu, tapi juga partai politik, calon kepala daerah, juga masyarakat."

Kerawanan pilkada, dari kacamata politikus senior di Jawa Barat, itu, bisa muncul dalam bentuk politik uang, isu hoaks, juga politik identitas. Untuk itu, penyelenggara pemilu harus berinovasi untuk menangkalnya. Pengawasan dan penindakan juga harus disinergikan dengan lebih baik.

Menurut dia, kerawanan baru bisa ditangkal jika semua pihak pedulu. "Selain KPU dan Bawaslu, partai-partai politik juga harus berpikir, harus memberi solusi."

Berkaca dari penyelenggaraan Pemilu 2019, politikus Partai NasDem itu mengatakan, beban KPU tahun ini juga lebih berat. "Selain pengamanan yang harus dipertebal, keselamatan penyelenggara, di tingkat KPPS dan PPS juga harus dijaga. Mereka seharusnya juga mendapat jaminan asuransi," pungkasnya.

Di Cianjur, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Budhi Rahayu Thoyib mengingatkan aparatur sipil negara untuk tidak terlibat politik praktis pada pilkada. "Mereka memang punya hak memilih. Tapi, mereka harus netral, tidak boleh menggiring atau mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu calon."

Soal ASN yang mencalonkan diri, Budhi mengaku, sampai kemarin, belum ada yang melayangkan surat ke pihaknya. "Sesuai aturan, ASN yang mencalonkan diri harus menanggalkan status ASN-nya."


Tahapan lancar

Proses dan tahapan pilkada terus bergulir. Di Provinsi Bangka Belitung yang menggelar pilkada di empat kabupaten dan kota, belum ditemukan adanya kendala yang berarti.

"Persiapan terus dilakukan KPU di Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung Timur dan Bangka Tengah. Semua masih berjalan lancar," ujar Ketua KPU Bangka Belitung Davitri.

Menurut dia, panitia pemilihan kecamatan sudah direkrut dan tengah mengikuti orientasi. Sementara rekrut panitia pemungutan suara masih bergulir. "Anggaran tidak jadi masalah. Semua pemkab sudah menyiapkannya, besarannya sesuai kesepakatan," tandas Davitri.

Kesiapan juga diperlihatkan Bawaslu Kebumen, Jawa Tengah. Sebanyak 450 pengawas pemilihan umum tingkat kelurahan dan desa sudah dilantik, akhir pekan lalu.

"Mereka sudah dibekali dengan berbagai pengetahuan seputar pengawasan pilkada. Posisi dan tugas mereka sangat penting, karena harus mengawal terselenggaranya pilkada yang demokratis," papar Ketua Bawaslu Arif Supriyanto.

Kondisi sebaliknya terjadi di Kabupaten Kaur, Bengkulu. Bawaslu mengaku sulit merekrut petugas pengawas pemilu tingkat desa yang memenuhi syarat. "Syarat usia 25 tahun dan lulusan SMA sulit terpenuhi. Jumlah peminat sangat sedikit," ungkap Ketua Bawaslu Bengkulu Parsadaan Harahap. (BB/BK/RF/LD/MY/N-2)

BERITA TERKAIT