15 March 2020, 21:22 WIB

Pembelajaran di Kampus Diganti via Daring Diapresiasi


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

SEJUMLAH perguruan tinggi resmi meliburkan kegiatan perkuliahan di kampus guna mengantisipasi penyebaran virus korona (Covid-19). Sebagai gantinya, kegiatan belajar mengajar dialihkan melalui daring dari rumah.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mendukung keputusan pihak perguruan tinggi yang berinisiatif mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar di kampus.

“Mas Menteri sudah mengeluarkan surat edaran kesiagaan menghadapi Covid-19 di sekolah dan kampus tanggal 9 Maret 2020 kemarin. Kami menghargai dan mendukung keputusan para rektor yang mengalihkan pembelajaran daring dari rumah untuk menghindari penyebaran Covid-19,” kata Nizam dalam pesan singkat yang diterima Media Indonesia, Minggu (15/3).

"Keselamatan dan kesehatan mahasiswa dan warga kampus harus diutamakan, dengan memanfaatkan teknologi diharapkan pembelajaran tetap dapat berjalan," tambahnya.

Nizam menambahkan, jika wisuda ditunda selama perguruan tinggi meliburkan perkuliahan, ijazah dapat tetap diberikan sehingga tidak mengganggu para wisudawan yang ingin mencari kerja. Sementara kegiatan konsiltasi atau ujian tengah semester dapat diganti dengan video conference, tugas atau take home exam.

“Yang harus dihindari ialah kumpul dalam jumlah banyak dalam waktu lama,” imbuhnya.

Sampai saat ini diperkirakan sudah ada sekitar 65 perguruan tinggi yang meliburkan kegiatan perkuliahannya di kampus seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gunadarma, Universitas Atmajaya, Universitas Pelita Harapan, hingga Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). 

Diperkirakan angka tersebut akan terus bertambah, sebab pihak Ditjen Dikti masih terus mengumpulkan data di lapangan. (A-2)

BERITA TERKAIT