15 March 2020, 21:09 WIB

Bupati: Pasien Covid-19 Meninggal di Solo Ikut Seminar di Bogor


Dede Susianti | Megapolitan

PASIEN positif virus korona (Covid-19) yang meninggal di Solo, pernah ikut seminar di Bogor ternyata benar adanya. Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan persnya Minggu (15/3) sore di Pendopo Bupati di Cibinong, menyatakan kebenaran tersebut.

Dia mengatakan, hasil penelusuran tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, lokasi seminar pasien tersebut berada di daerah Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Seminar dilakukan di sebuah hotel yang tidak terlalu besar, pada tanggal 25 Februari hingga 28 Februari lalu. Namun Bupati Ade menyatakan, perihal lokasi terpaparnya korban kemungkinannya tidak di lokasi seminar tersebut.

"Lokasi seminar di Babakan Madang, kepala dinas sudah tracking. Kalau dilihat dari masa inkubasi pasien dan sebagainya, kemungkinan kejadian terpaparnya ketika di bandara atau di tempat lain," katanya.

Pendapat itu muncul karena pihaknya sudah memeriksa sebanyak 15 orang karyawan di hotel tersebut yang terlibat langsung di acara seminar.

"Lima belas orang karyawan yang ada di situ sudah diperiksa dalam kondisi baik. Mereka ada yang dari ketering, pelayan dan staf hotel. Sudah lewat masa inkubasinya dan tidak ada yang terpapar dan tidak ada yang suspek korona," jelas bupati.

Baca juga: Pemkot Bogor: Alat Pelindung Diri Petugas untuk Covid-19 Kurang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kartalina menambahkan, bahwa penyelenggara seminar tersebut bukan dari Pemkab Bogor. Dia juga menegaskan pasien yang meninggal di Solo bukan warga Kabupaten Bogor.

"Kasus yang seminar di Babakan Madang bukan warga kita. Untuk pesertanya siapa saja kami juga tidak paham karena pelaksana bukan dari kita, dia mandiri, swasta dan tidak ada konfirmasi ke kita," ungkapnya.

Karena itu, saat ini pihaknya pun masih melakukan penelusuran terkait kemungkinan ada warga Kabupaten Bogor yang ikut. Meski demikian, pihaknya melakukan sterilisasi terhadap lokasi seminar tersebut.

Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, hingga saat ini belum ada warga Kabupaten Bogor yang positif Covid-19. Hanya ada sejumlah orang yang dalam status pemantuan tapi kondisinya sehat.

"Belum atau tidak ada yang positif Cocid-19. Hanya da tujuh orang dalam pemantuan dan satu orang PDP (pasien dalam pemantuan). Yang PDP itu sudah dipindah ke Rumah Sakit Saroso di Jakarta, sudah hari ketiga tapi belum ada hasilnya," pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT