16 March 2020, 03:30 WIB

Banjir Bandang, 1.000 Warga Mengungsi


MI | Nusantara

BENCANA alam akibat tingginya intensitas hujan masih dirasakan warga di sejumlah daerah. Akhir pekan lalu, 1.000-an warga Desa Sempol dan Kalisat, di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, harus mengungsi karena rumah mereka diterjang banjir bandang.

“Ada sekitar 300 rumah yang terdampak. Lumpur, pasir dan batu-batu masuk dan menimbun rumah,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kukuh Triatmoko, kemarin.

BPBD segera mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum untuk melayani kebutuhan mereka. Banjir bandang terjadi diduga karena kondisi hutan di kawasan Gunung Ijen sudah rusak karena pembalakan dan kebakaran lahan. Darsono, warga Desa Sempol mengaku banjir selalu datang ke wilayahnya setiap tahun. “Tahun ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Kami dua kali diterjang banjir bandang.”

Untuk membantu warga membersihkan rumah dari material lumpur dan pasir, pemerintah kabupaten dan TNI telah mengerahkan 4 alat berat dan puluhan truk. Alat berat juga dikerahkan untuk melakukan pengerukan sungai dari sedimentasi dan material kayu.

“Selain membersihkan rumah warga, normalisasi sungai langsung dilakukan, mencegah banjir susulan terjadi lagi,” ujar Komandan Kodim Bondowoso, Letnan Kolonel Infanteri Jadi.

Selain rumah warga, gedung Sekolah Dasar Negeri Sempol juga rusak parah diterjang pasir dan kayu yang terbawa banjir bandang. Wakil Bupati Irwan Bachtiar memutuskan untuk merelokasi sekolah itu.  “Setiap tahun, sekolah ini selalu terdampak banjir. Kami putuskan untuk merelokasi ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.

Banjir bandang juga menerjang Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Sekitar 100 hektare lahan pertanian jadi korban. “Banjir bandang melanda areal persawahan di Nagari Batu Kambing dan Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari. Saat kejadian, lahan ditanami padi dan jagung,” ujar Kepala Dinas Pertanian Arief Restu. (UA/YH/AT/N-2)

BERITA TERKAIT