16 March 2020, 03:05 WIB

Indonesia Power Kamojang Dukung Ekonomi Rakyat


MI | Ekonomi

BUKAN  hanya mengembangkan berbagai macam tipe dan jenis pembangkit listrik, Indonesia Power Kamojang POMU (Power Generation O&M Services Unit) juga melakukan budidaya kopi bersama mitra binaan Kampung Pelag.

Dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat Pelag khususnya Kelompok Sinergi Jaya seluas 35,7 hektar dan lahan milik Perhutani seluas 42,60 hektar, kini mereka telah menghasilkan 1,2 ton kopi sekali panen.

Kopi yang dikembangkan oleh Indonesia Power Kamojang POMU dan Kampung Pelag sendiri adalah Arabica Java Preanger. Kopi ini merupakan jenis kopi yang langka karena hanya terdapat di Kampung Pelag yang terletak di ketinggian 1300 mdpl dan sudah ada sejak zaman belanda serta merupakan komoditi endemik masyarakat Pelag.

“Kopi Arabica Java Preanger memiliki keunggulan yaitu tanpa ada reboisasi dapat tumbuh dan produksi selama 100 tahun,” ungkap Head of Corporate Communication PT Indonesia Power, Rahmi Sukma saat melakukan kunjungan ke Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, pekan lalu.

Lebih lanjut, Rahmi mengatakan bahwa program Indonesia Power Kamojang POMU untuk membentuk Kampung Pelag Mandiri sudah dimulai sejak 2011,  Asal mulanya  berangkat dari pemberitaan pada 2010 yang mengangkat mayoritas penduduknya buta aksara.

“Indonesia Power Kamojang POMU bergerak menuju ke Kampung Pelag yang terletak di desa Sukalila, kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut untuk meninjau kebenaran berita surat kabar nasional tersebut,” lanjutnya.

Melalui program CSR Indonesia Power Kamojang POMU, dibentuklah suatu program menuju Kampung Pelag Mandiri. Diawali pada 2011 tahap perintisan untuk memberantas buta aksara dilaksanakan, dilanjutkan  pada  2012 hingga2014 tahap penguatan dengan pembangunan ruang kelas baru, pembangunan posyandu, rumah pintar, pemberian modal untuk kopi java preanger, peningkatan kapabilitas guru, pembentukan koperasi, dan pipanisasi air bersih.

Pada tahap pengembangan di 2015, Kamojang POMU memperbaiki infrastruktur dan komposting. Dilanjutkan  pada 2016 masuk ke tahap pemandirian, Kamojang POMU fokus untuk pemakaian kompos demi melangsungkan budidaya kopi Java Preanger, perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat menuju kampung mandiri.

“Di tahun 2017 exit strategy untuk Kampung Pelag adalah Kampung Pelag yang mandiri dari aspek pendidikan, kesehatan, serta ekonomi. Dan pada tahun 2018 penguatan kelembagaan ekonomi berupa pembangunan koperasi Kampung Pelag,” pungkas Rahmi.

Rahmi mengakui banyak hambatan dalam mewujudkan Kampug Pelag yang mandiri ini. Namun, Kamojang POMU berkomitmen dan percaya dengan semangat serta sinergi antara perusahaan dengan warga Kampung Pelag dapat mewujudkan Kampung Pelag yang mandiri secara pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. (Despian Nurhidyata/E-1)

BERITA TERKAIT