16 March 2020, 01:55 WIB

Jumlah Pasien DBD Meninggal Bertambah


MI | Nusantara

DINAS Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan, hingga Minggu (15/3) kasus kematian akibat demam berdarah (DB) di daerah itu sudah mencapai 39 orang. Dengan begitu, angka kematian mencapai level 1,10%.

Penambahan korban meninggal berasal dari Kabupaten Alor, yakni saat menjalani perawatan di RSUD Kalabahi. Namun, secara keseluruhan, jumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit terus berkurang.

Di RSUD Komodo Labuanbajo Manggarai Barat, NTT, sepuluh pasien DBD masih dirawat. Sebelumnya, Dinas Kesehatan mengumumkan pada Januari hingga awal Maret 2020, 121 pasien DBD telah sembuh.

“Pasien bertambah dari tujuh menjadi sepuluh orang. Tiga pasien impor dari daerah lain,” kata kepala Dinas Kesehatan Paul Mami, kemarin.

Terpisah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan setempat untuk segera mengatasi penyebaran DB. Hal itu mengingat kasus DBD di Sumsel melonjak sepanjang musim hujan tahun ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel, selama Januari-Febuari 2020 terdapat 819 kasus DB di 17 kabupaten/kota. Sejauh ini, 3 pasien meninggal dunia.

Lonjakan kasus DB tersebut membuat Gubernur Sumsel, Herman Deru memberikan perhatian khusus. Dia pun meminta agar instansi terkait melakukan fogging (pengasapan) dan penyemprotan disinfektan secara serentak di area publik. “Dalam waktu dekat segera dilakukan.” (PO/JL/DW/SL/MY/AD/RS/BB/N-3)

BERITA TERKAIT