15 March 2020, 17:54 WIB

Tegas! Gubernur Anies Minta Pengusaha Retail Tetap Buka Toko


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengisolasi Ibu Kota dengan memberlakukan lock down. Namun, kebijakan ini masih harus mendapat persetujuan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo selaku Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Sementara itu, Anies menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pengusaha retail agar tetap membuka toko-toko mereka untuk melayani kebutuhan pokok masyarakat.

Baca juga: Selain Muhammadiyah, PBNU Tanggapi Wacana Salat Jumat di Rumah

"Kita juga menyadari sebaiknya pertokoan menjual kebutuhan pokok, kebutuhan pokok ini memang yang sifatnya dibutuhkan. Kita tadi juga sudah dengan teman-teman retail, karena kita juga butuhkan bantuan mereka. Karena kalau retail ditutup, tokonya tutup, akan timbul masalah baru," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Minggu (15/3).

Para pengusaha retail juga diminta menerapkan pembatasan belanja bagi konsumen selama pemerintah menghadapi virus korona.

Menurutnya, pembatasan belanja ini menjadi perlu guna tetap menstabilkan harga barang.

"Ada satu hal yang penting, pedagang retail akan terapkan pembatasan jualan untuk mengendalikan belanja berlebih yang bisa mengubah stabilitas pasar. Supaya tidak ada perilaku belanja yang berubah secara drastis istilah panic buying ini akan dijaga di antaranya dengan pembatasan penjualan," ungkapnya.

Baca juga: Perhimpunan Dokter: Tidak Bisa Serta-Merta Nyatakan Lock Down

Sebelumnya, panic buying terjadi saat pemerintah pusat pertama kali mengumumkan kasus pertama positif korona pada Senin (9/3) lalu. Masyarakat berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok. Masker dan produk antiseptik pembersih tangan menjadi laris manis dan diburu hingga ditimbun oleh sebagian oknum saat harganya melambung tinggi. (Put/A-3)

BERITA TERKAIT