15 March 2020, 17:41 WIB

Selain Muhammadiyah, PBNU Tanggapi Wacana Salat Jumat di Rumah


Cahya Mulyana | Humaniora

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung langkah pemerintah mengeleminasi dampak dan penyebaran virus korona dengan meminta masyarakat mengurangi interaksi di tempat umum termasuk kegiatan keagamaan.

Langkah itu baik mengingat virus bernama Covid 19 tengah menjadi pandemi dan kesehatan masyarakat lebih utama.

Baca juga:Muhammadiyah: Jika Darurat, Salat Jumat Bisa Dilakukan di Rumah

"Semua pihak perlu bergandeng tangan mencegah penularan Covid-19. Jika dalam situasinya melaksanakan ibadah di rumah adalah cara melakukan pencegahan yang efektif, kita lakukan bersama," terang Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas kepada Media Indonesia, Minggu (15/3).

Menurut dia, masyarakat tidak boleh berpangku tangan terhadap pemerintah dalam penanggulangan Covid-19. Maka semua pihak harus turut serta menekan penyebaran virus yang tengah menyebar di seluruh negara ini dengan segala cara.

Kegiatan keagamaan sekalipun, kata dia, perlu mengedepankan aspek keamanan demi mengantisipasi penyebaran virus ini. Maka aktivitas yang diikuti banyak orang termasuk salat berjamaah dan Salat Jumat disarankan dilakukan di rumah dengan diganti salat dzuhur.

"Kategori hukumnya termasuk udzur syari," tegasnya.

Baca juga: Antisipasi Covid-19, PGI: Kebaktian di Gereja Bisa Secara Online

Namun demikian, masyarakat tetap harus tenang, waspada, dan jangan panik. Masyarakat harus melakukan hal-hal sederhana, namun memiliki dampak positif mencegah penularan virus korona.

"Antara lain, biasakan cuci tangan dengan sabun dan bersihkan lingkungan dengan desinfektan. Tentu saja jangan lupakan doa dan tawakal. Tahan diri dan jangan politisasi isu virus korona dan sebar hoaks," pungkasnya. (Cah/A-3)

BERITA TERKAIT