15 March 2020, 16:50 WIB

Antisipasi Covid-19, PGI: Kebaktian di Gereja Bisa Secara Online


Putra Ananda | Humaniora

SEBAGAI salah satu langkah mengurangi penyebaran virus korona, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk mengurangi kegiatan atau aktivitas di tempat-tempat pusat keramaian. Jokowi mengimbau agar kegiatan bekerja, belajar mengajar, hingga beribadah bisa dilakukan di dalam rumah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom mendukung himbauan presiden untuk membatasi mobilitas penduduk. PGI sendiri dikatakan olehnya telah mengedarkan imbauan kepada warga gereja untuk membatasi perjalanan dan perjumpaan yang tidak penting.

Baca juga: Muhammadiyah: Jika Darurat, Salat Jumat Bisa Dilakukan di Rumah

"Saya juga sudah menyarankan untuk mempertimbangkan alternatif persekutuan dan ibadah dengan memanfaatkan media sosial dan teknologi digital dengan mengembangkan e-church," ungkap Gomar saat dihubungi di Jakarta, Minggu (15/3).

Dirinya menuturkan setidaknya saat ini sudah ada dua gereja di Jakarta yang memindahkan kegiatan ibadah minggunya melalui teknologi live streaming. Yaitu GKI Pondok Indah dan JPCC. Kedua gereja tersebut tidak mengadakan ibadah mingguan langsung di gedung gereja secara tatap muka.

"Tetapi tetap ada kotbah dan renungan yang disampaikan lewat radio atau video streaming. Dan warga dapat bergabung dengan e-church tersebut," ungkapnya.

Baca juga:Diamuk Korona, Jokowi: Saatnya Kerja dari Rumah, Ibadah di Rumah

Gomar melanjutkan, memang belum banyak gereja yang siap melaksanakan e-church karena terkendala masalah infrastruktur. Untuk itu, dirinya menghimbau bagi gereja-gereja yang masih menyelenggarakan ibadah agar menyediakan menyediakan fasilitas cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh umat di pintu masuk hingga melakukan disinfektan ruang ibadah sebelum ibadah dimulai.

"Dalam kondisi berat yang kita hadapi, kita semua harus dapat menahan diri dan ikut serta dalam upaya menanggulangi masalah ini. Kerja sama dan kesetiakawanan kita diuji kini sebagai bangsa," paparnya. (Uta/A-3)

BERITA TERKAIT