15 March 2020, 15:50 WIB

Covid-19: Indonesia-Timor Leste Akan Tutup Perbatasan


Palce Amalo | Nusantara

PEMERINTAH Indonesia dan Timor Leste dijadwalkan membahas rencana penutupan sementara pintu perlintasan kedua negara untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19), pada Senin (16/3).

"Penutupan sementara perbatasan akan berpengaruh terhadap aspek dimensi kehidupan tetapi ini darurat nasional, dan ada instruksi presiden," kata Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) Linus Lusi kepada Media Indonesia di Kupang, Minggu (15/3).

Dalam rapat terpadu tersebut, Indonesia akan diwakili perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri, Dubes Indonesia untuk Timor Leste, gubernur NTT serta bupati yang wilayahnya berada di
perbatasan.

Selain itu, imigrasi, bea cukai dan kantor kesehatan pelabuhan (KKP). Sedangkan pihak Timor Leste diwakili Konsulat Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Oekusi dan Konsulat RDTL Kupang. Menurutnya akan ditetapkan limit waktu penutupan perbatasan, yang akan disepakati dalam pertemuan tersebut.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan penutupan sementara perbatasan bertujuan mencegah penyebaran virus korona, setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meningkatkan status virus korona menjadi pandemi
global.

Pintu perlintasan yang akan ditutup yakni Motamasin, Turiskain, dan Motaain yang terletak di Kabupaten Belu, pintu perlintasan Wini dan Napan di Timor Tengah Utara, dan pintu perlintasan Oepoli di Kabupaten Kupang. (OL-13)

BERITA TERKAIT