15 March 2020, 15:20 WIB

Pengusaha Properti Tiongkok Hilang Setelah Kritik Soal Covid-19


Deri Dahuri | Internasional

PENGUSAHA properti Tiongkok, Ren Zhiqiang, tak bisa dikontak oleh rekan-rekannya selama beberapa hari terakhir. Selana ini, Ren dikenal sosok kerap mengkritik kebijakan Partai Komunis. 

Ren, pria yang berusia 69 tahun itu belum lama menyajikan sebuah artikel kepada media lokal. Dalam artikelnya yang tersebar luas secara online, ia mengkritik pemerintah Tiongkok dalam mengatasi wabah virus korona.

"Saya belum dapat menghubungi Ren Zhiqiang sejak Kamis (12/3) malam...Ini sudah lebih dari 72 jam," kata Wang Ying, seorang pengusaha yang berteman dekat dengan Ren. 

"Ketidakmunculan Ren sebagai tokoh publik telah diketahui banyak orang. Organisasi-organisasi yang bertanggung jawab harus mengatakan secepatnya," papar Wang.  

Sejauh ini belum diketahui secara pasti apakah hilangnya Ren terkait erat dengan artikel yang ditulisnya. 

Dalam artikelnya, Ren tak hanya mengkritisi pemerintah Tiongkok dalam mengatasi wabah Covid-19. Ia juga mengkritisi bahwa Beijing sedang mempromosikan kesuksesan mengatasi virus korona dijadikan sarana untuk meningkatkan power pribadi Presiden Tiongkok Xi Jinping.  

Ren dikenal hingga 2013 dikenal sebagai anggota Komisi Kota Beijing dari Konferensi Konsultasi Politik Rakyat Tiongkok. Namun ia terus di bawah pengawasan otoritas Tiongkok sejak empat tahun lalu.  

Zhang Ming, seorang profesor sejarah dari Universitas Renmin, Beijing, mengatakan bahwa dirinya tak bisa lagi menghubungi Ren. 

"Seorang warga negara tak bisa disingkirkan. Kami juga perlu tahu jika dia dibawa aparat pemerintah dan di mana," kata Zhang. "Keluarga dan teman-temannya harus tahu," ucapnya.  

Ren akrab dijuluki 'Ren the Big Cannon' dikenal dengan komentarnya yang pedas. Pada 2016, ia secara terbuka menentang kebijakan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang mengatakan bahwa media milik pemerintah harus mendukung kebijakan Partai Komunis Tiongkok.   

Setelah Xi mengunjungi media siaran milik pemerintah Tiongkok, CCTV, Ren berkomentar di Weibo,"Sejak kapan pemerintah milik rakyat berubah menjadi pemerintahan partai? ...Jangan hamburkan pajak untuk hal-hal yang tidak memberi pelayanan kepada rakyat."

Komentarnya telah dihapus dan tak bertahan lama. Akun Weibo milik Ren juga diblokir di bawah pengawasan Partai Komunis Tiongkok. (South China Morning Post/OL-09)

BERITA TERKAIT