15 March 2020, 14:45 WIB

AJI Ingatkan Jurnalis: Tak ada Berita Seharga Nyawa


Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora

ALIANSI Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta mengimbau seluruh jurnalis untuk menjauhi kerumunan saat bertugas. Pasalnya, pemerintah telah menetapkan COVID-19 sebagai bencana nasional non alam.

"Kami mengimbau agar penyebaran informasi dan data bagi para jurnalis tidak melalui kerumuman yang biasa terjadi di konferensi pers," kata Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani di Jakarta, Minggu (15/3)

Baca juga: RS Persahabatan Telantarkan Wartawan yang Kontak dengan Menhub.

Asnil menilai perubahan sementara tersebut mendesak dilakukan. Hal itu, kata dia, demi keselamatan jurnalis di lapangan di tengah masa penyebaran COVID-19.

Kendati begitu, Asnil mengingatkan jurnalis tetap harus memegang teguh prinsip kebebasan pers dan hak atas informasi. Selain itu, penyebaran informasi jarak jauh bukan alasan bagi narasumber untuk menyembunyikan informasi.

Asnil mengusulkan beberapa opsi untuk menyebar informasi pada publik. Pertama, kata dia, melalui siaran pers disertai foto dan video peristiwa.

"Serta hak cipta gambar bergerak maupun tidak bergerak," ujar Asnil. 

Selain itu, lanjut dia, penyebaran informasi bisa melalui live steraming atau pengiriman gambar secara daring. Asnil menyebut hal itu mungkin dilakukan di situs resmi yang disediakan narasumber.

"Utamakan kesehatan dan keselamatan, tidak ada berita seharga nyawa," pungkas Asnil. (Medcom.id/OL-6)

BERITA TERKAIT