15 March 2020, 12:39 WIB

Pemprov DKI Liburkan Sekolah, Ojek Daring Sepi Penumpang


Basuki Eka Purnama | Megapolitan

PENGEMUDI ojek daring di Jakarta memperkirakan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meliburkan sementara semua sekolah dalam rangka antisipasi penyebaran virus korona akan berdampak pada sepinya penumpang.

"Kalau sekolah diliburkan, kita ojol (ojek online) pasti sepi," kata pengemudi ojek daring, Lamin, 49, saat ditemui di depan Kebun Binatang Ragunan, Minggu (15/3).

Menurut warga Pondok Labu, Jakarta Selatan itu, pengemudi ojek daring akan kehilangan sekitar 30% pendapatan jika anak sekolah libur.

Anak sekolah menjadi penumpang yang diandalkan pengemudi ojek daring setiap jam berangkat sekolah dan pulang sekolah.

"Minimal, pagi itu, saya ngantar tiga atau empat anak sekolahlah," kata Lamin yang sudah dua tahun menjadi pengemudi ojek daring.

Baca juga: DPRD DKI: Lockdown Jakarta Sebelum Terlambat

Bagi pengemudi ojek daring, sekitar 60% penumpang berasal dari kalangan umum seperti pekerja kantoran, sisanya jasa pengantar makanan, namun dengan ditutupnya sekolah dan tempat wisata membuat pemesanan mereka pasti jadi berkurang.

"Kalau sekolah diliburkan, obyek wisata ditutup, bentar lagi karyawan juga dirumahkan, infonya, nah, kita mau narik apa ya," kata Nisam, 40, pengemudi ojek daring lainnya.

Nisam, warga Pejaten Barat, mengumpamakan dampak penutupan sekolah tersebut, jika hari normal bisa dapat Rp100 ribu dari narik semua penumpang baik sekolah, kantoran dan antar makanan.

Dengan liburnya anak sekolah, kemungkinan hanya bisa mendapatkan Rp70 ribu per hari.

Nisam dan Lamin berharap situasi tersebut tidak berlangsung lama sehingga roda perekonomian mereka tidak terganggu dengan pandemi virus korona.

"Harapannya itu, inginya pemerintah cepat-cepat ngomong kalau virusnya udah aman, masyarakat jadi tidak mencekam seperti sekarang," kata Lamin.

Untuk menyiasati berkurangnya penumpang dengan ditutupnya sekolah, Nisam dan Lamin mengharapkan jasa pemesanan makanan justru meningkat.

"Semoga aja yang pesan makanan jadi banyak, karena orang semua pada ditutup, orang-orang tidak berani keluar rumah, jadi kami bisa kebagian rejeki," kata Lamin.

Akibat sepinya penumpang, Nisam, Lamin dan pengendara ojek daring lainnya, lebih banyak nongkrong di pangkalan tempat biasa mereka menunggu penumpang.

Sabtu (14/3), Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup sementara semua sekolah yang ada di lingkungan Provinsi DKI Jakarta dan akan melakukan proses belajar mengajar melalui metode jarak jauh. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT