15 March 2020, 12:30 WIB

Libanon Bersiap Nyatakan Keadaan Darurat Medis


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

LIBANON akan mengumumkan 'keadaan darurat medis', Minggu (15/3), menutup semua lembaga publik dan swasta kecuali rumah sakit, apotek, dan toko roti dalam upaya untuk membendung wabah virus korona (covid-19). Hal itu dikatakan seorang sumber istana kepresidenan.

Supermarket akan buka dalam waktu tertentu, tidak sepanjang waktu. Sementara bank akan diperintahkan tutup, tapi mungkin tidak segera untuk memberi warga waktu untuk mempersiapkan kebutuhan uang tunai, kata sumber itu kepada Al Jazeera, Sabtu (14/3) malam.

Satu-satunya bandara sipil yang berfungsi di negara itu, Bandara Internasional Rafik Hariri di Beirut, tidak akan ditutup. Namun, akses penting itu mungkin ditutup di kemudian hari jika wabah covid-19 menyebar.

Baca juga: Bayi Baru Lahir di Inggris Positif Virus Korona

Sumber itu mengatakan kabinet Libanon akan mempelajari larangan lengkap pada sesi darurat yang dijadwalkan pada pukul 15.00 waktu setempat.

"Belum ada keputusan yang diambil mengenai masalah ini dan itu mencakup pengecualian," imbuh sumber itu.

Langkah-langkah luar biasa ini dijadwalkan akan berlangsung 15 hari, tetapi dapat diperpanjang, kata sumber itu.

Legislator Assem Araji, yang mengepalai komite kesehatan parlemen Libanon, mengonfirmasi kepada Al Jazeera keadaan darurat akan diumumkan pada Minggu (15/3).

Dia mengatakan perbatasan darat negara itu dengan Suriah akan ditutup dan mendesak orang untuk tetap tinggal di rumah.

"Ini adalah langkah pencegahan untuk mengurangi penyebaran virus," kata Araji, menyangkal bahwa pemerintah menahan informasi apa pun dari masyarakat. (OL-1)

BERITA TERKAIT