15 March 2020, 11:46 WIB

Serangan Roket Tiga Orang Anggota Pasukan Koalisi di Irak


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SERENTETAN serangan roket baru menargetkan pangkalan Irak di wilayah utara Baghdad, Sabtu (14/3) siang, tempat pasukan asing dikerahkan. Hal terse, sumber-sumber keamanan Irak dan AS mengatakan kepada AFP.

Itu adalah serangan ke-23 sejak akhir Oktober di instalasi di seluruh Irak tempat pasukan AS dan diplomat berbasis. Serangan-serangan terbaru semakin mematikan.

Tidak ada satupun serangan yang pernah diklaim, tetapi AS telah menyalahkan elemen garis keras Hashed al-Shaabi, jaringan kelompok-kelompok bersenjata yang tergabung dalam komponen pasukan negara Irak.

Sedikitnya 33 roket menghantam pertahanan udara Irak di pangkalan udara Taji pada Sabtu (14/3), kata militer negara itu.

"Jumlah korban awal adalah dua personel Pertahanan Udara Irak yang terluka dalam kondisi sangat kritis," kata Tahsin al-Khafaji, juru bicara Komando Operasi Gabungan Irak.

Koalisi yang dipimpin AS mengatakan tiga anggotanya juga terluka dalam serangan itu.

Militer Irak mengatakan telah menemukan 24 rudal lain di lokasi peluncuran terdekat dan telah menahan pemilik tanah serta pasukan keamanan dari pos pemeriksaan yang berdekatan untuk diinterogasi.

Kemampuan pengawasan koalisi pimpinan AS telah dilemahkan atau dipengaruhi di oleh cuaca mendung dalam beberapa hari terakhir. Hal itu, menurut seorang pejabat AS, mungkin menjadi alasan kesiapan para penyerang untuk meluncurkan roket di siang hari, bukan di malam hari.

Taji penuh sesak dengan anggota koalisi pimpinan AS yang membantu Irak memerangi sisa-sisa kelompok militan, setelah unit dipindahkan ke pangkalan udara dari instalasi lain.

Serangan terbaru terjadi tiga hari setelah serangan serupa di pangkalan itu menewaskan dua personel militer AS dan seorang tentara Inggris--insiden paling mematikan di pangkalan Irak dalam beberapa tahun.

AS menanggapi dengan serangan udara pada depot senjata yang katanya digunakan oleh Kataeb Hezbollah, sebuah faksi pro-Iran dalam Hashed al-Shaabi.

Setidaknya lima anggota pasukan keamanan Irak dan satu warga sipil tewas, tidak satupun dari mereka anggota Hashed, menurut militer Irak. (Al Jazeera/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT