15 March 2020, 11:30 WIB

Penurunan Kasus Baru Virus Korona di Korsel Berlanjut


Willy Haryono | Internasional

TREN penurunan jumlah kasus baru virus korona di Korea Selatan (Korsel) berlanjut hingga hari ini, Minggu (15/3). Dikutip dari Guardian, Korsel, Minggu (15/3) melaporkan tambahan 76 kasus baru virus korona, turun dari pada Sabtu (14/3) yang ada 107 kasus baru.

Angka 107 pada Sabtu (14/3) jauh lebih sedikit dari jumlah pasien sembuh dari virus korona, yakni 204. Satu hari sebelumnya, jumlah pasien sembuh korona di Korsel mencapai 177, sedangkan kasus barunya 110.

Sabtu (14/3), Perdana Menteri Korsel Chung Sye-kyun menegaskan upaya memerangi Covid-19 di Negeri Gingseng terus diperluas meski terjadi tren penurunan jumlah kasus.

Ia menyerukan masyarakat Korsel untuk tetap waspada usai munculnya klaster infeksi korona di beberapa wilayah, termasuk di Seoul. PM Chung juga memperingatkan adanya kemunculan masuknya Covid-19 dari negara lain.

Baca juga: Filipina Lockdown Manila

Berdasarkan data terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), total kasus covid-19 di Korsel mencapai 8.162 dengan 75 kematian.

Penurunan jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 juga terus terjadi di Tiongkok.

Wuhan, kota di Tiongkok yang merupakan tempat pertama terdeteksinya covid-19, melaporkan tambahan jumlah kasus yang sangat kecil pada Jumat (13/3) yakni 11. Satu hari sebelumnya, kasus baru covid-19 hanya bertambah lima.

Jumlah kasus covid-19 di Tiongkok kini lebih banyak yang berasal dari luar negeri. Dari 20 kasus terbaru korona di Tiongkok, Sabtu (14/3),, 16 berasal dari orang yang masuk ke Negeri Tirai Bambu dari luar negeri. Empat kasus lainnya muncul di Wuhan.

Dari 16 kasus 'korona impor' di Tiongkok, lima ditemukan di Beijing dan tiga di Shanghai. Provinsi Zhejiang, Gansu, dan Guangdong, masing-masing melaporkan empat, tiga, dan satu kasus.

Kasus di Shanghai melibatkan seorang warga Tiongkok yang tinggal di Milan, Italia. Ia kembali ke Tiongkok via Frankfurt pada 12 Maret. Italia adalah negara terparah terdampak korona di benua Eropa.

Sementara untuk Gansu, salah satu kasusnya berasal dari penerbangan sewaan asal Iran, dan dua lainnya dari Arab Saudi. (OL-1)

BERITA TERKAIT