15 March 2020, 10:01 WIB

Jumlah Korban Tewas Akibat Covid-19 di Iran Capai 611 Orang


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Hassan Rouhani mengatakan perang Iran melawan virus korona baru (Covid-19) sedang 'sangat terhambat' oleh sanksi Amerika Serikat.

Sementara itu televisi pemerintah melaporkan jumlah korban tewas akibat penyakit itu meningkat pada Sabtu (14/3) menjadi 611 jiwa, naik hampir 100 dari sehari sebelumnya. Sementara jumlah orang infeksi Covid-19 di Iran mencapai  12.729 kasus.

Media pemerintah mengatakan Rouhani menulis kepada sejumlah pemimpin dunia, tanpa menyebut nama mereka.

"Dalam (sebuah) surat kepada mitra @HassanRouhani menginformasikan bagaimana upaya untuk memerangi pandemi #Covid19 di Iran telah sangat terhambat oleh sanksi AS, mendesak mereka untuk menyudahi sanksi-sanksi tersebut," ujar Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Twitter.

"Suatu hal yang imoral membiarkan pelaku intimidasi membunuh orang yang tidak bersalah," kata Zarif.

Iran, negara yang paling parah terkena dampak di Timur Tengah, mengatakan, Kamis (12/3) lalu, pihak mereka telah meminta Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar US$5 miliar terkait dana darurat untuk memerangi wabah Covid-19.

Wabah yang meningkat telah merusak bisnis Iran dan pasti akan memengaruhi ekspor nonminyak setelah banyak negara tetangga dan mitra dagang menutup perbatasan mereka.

Seorang pejabat Departemen Kesehatan, yang dikutip stasiun televisi TV pada Sabtu (14/3), menyebutkan jumlah total infeksi di Iran berjumlah 12.729 kasus.

Gubernur Jenderal Teheran Anoushirvan Mohseni-Bandpey menyangkal para pejabat merencanakan penutupan di ibu kota, lapor TV. Hal itu membantah orang-orang mengunggah pesan di media sosial yang mengatakan penduduk tidak akan diizinkan meninggalkan rumah mereka mulai Minggu.

"Gubernur Jenderal Teheran menolak rumor tentang penutupan di Teheran sebagai 'kebohongan besar'," kata televisi pemerintah dalam sebuah laporan.

Jam kerja di kantor pemerintah tidak akan berubah dalam beberapa hari ke depan dan supermarket besar akan memperpanjang jam kerja mereka, kata Mohseni-Bandpey seperti dikutip oleh TV.

Sementara Menteri Kesehatan Saeed Namaki sebelumnya mengataka para pejabat telah menyetujui rencana untuk mendirikan stasiun penyaringan virus di luar sejumlah kota. (CNA/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT