15 March 2020, 09:10 WIB

33 Kades Jepara Studi Banding ke Balkondes Borobudur


Media Indonesia | Nusantara

ANGGOTA Komisi II DPR RI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, memboyong 33 kepala desa (kades) dari Kabupaten Jepara untuk melakukan studi ban­ding ke Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Hal itu sebagai bentuk komitmen untuk memajukan daerah tempat pemilihannya. Selama dua hari, 13-14 Maret, para Kades di­ajak meninjau Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang dikelola masyarakat di sekitar Candi Borobudur. Sebagai informasi, Balkondes tidak hanya mengelola tempat wisata tetapi juga homestay, usaha kuliner, hingga kerajinan rakyat.

“Balkondes Borobudur digagas oleh Maladi yang menjadi kepala desa saat itu. Sekarang dia duduk sebagai anggota DPRD dari Partai NasDem. Maladi, ketika itu, melihat Desa Borobudur seperti punya uang di dalam toples. Punya warisan budaya Candi Borobudur, tetapi tidak merasa memiliki,” kata Lestari yang akrab dipanggil Rerie dalam dengar pendapat dengan para kades di Kabupaten Magelang, Jumat (13/3) malam.

Akhirnya, lanjut Rerie, Maladi berupaya merangkul masyarakat setempat untuk mau terlibat dalam mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada.

“Dengan memanfaatkan tanah bengkok, Maladi mengembangkan homestay. Tidak sebatas itu, Maladi juga mengembangkan sektor UMKM, termasuk kuliner dan kerajinan rakyat, untuk ditawarkan kepada wisatawan lokal dan mancanegara,” ungkap Rerie.

Maladi juga menawarkan tur menggunakan mobil VW Safari untuk mengelilingi desa-desa yang asri di Kecamatan Borobudur. Seperti diketahui, Kecamatan Borobudur mencakup 20 desa, di antaranya Desa Borobudur.

Rerie melanjutkan bahwa dengan berbagai upaya tersebut, kini pemasukan Balkondes Borobudur mencapai kisaran Rp2,5 miliar dengan keuntungan kurang lebih Rp650 juta setahun.

Terinspirasi oleh keberhasilan Balkondes tersebut, lanjut Rerie, dia pun menawarkan para kades di Jepara untuk melakukan studi ­banding ke Desa Borobudur.

“Saat reses pekan lalu, saya ke Jepara dan menawarkan kepada para kepala desa, apakah mereka mau belajar dari Balkondes Borobudur? Mereka sangat antusias dan karena itu pada sisa masa reses, saya mengajak mereka ke Balkondes ini,” terang Rerie.

Menurutnya, Jepara memiliki potensi yang besar di bidang wisata dan ekonomi. “Jepara punya pantai, punya laut, dan ukir-ukiran. Oleh karena itu, saya berharap dengan kunjungan studi banding ini, para kepala desa dari Jepara dapat mengambil manfaat untuk diterapkan di daerah mereka masing-masing.” (Ten/N-3)

BERITA TERKAIT