15 March 2020, 07:50 WIB

Pancasila Pemersatu Tertinggi Bangsa


Putri Rosmalia | Politik dan Hukum

KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengisi acara Sarahsehan Nasional di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok, Jawa Barat, kemarin.

Seminar yang bertema Menumbuhkan Pancasila sebagai landasan kebersamaan nasionalis religius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dihadiri lebih dari 100 santri Al-Hikam, perwakilan lembaga, kiai, dan tokoh masyarakat setempat.

Yudian menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia sekarang harus bangga dan bisa meneruskan perjuangan para pemuda tempo dulu seperti Sumpah Pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan.

“Sumpah Pemuda salah satu bibit pemersatu bangsa yang bisa dikatakan muk-jizat. Kata-kata singkat, tapi bisa melumpuhkan siapa pun yang melawan,” ujar Yudian.

Selain itu, Yudian mengatakan pemersatu ter-tinggi bangsa dan sumber dan tujuan Pancasila dapat ditemukan di 6 kitab suci agama yang diakui secara konstitusional di Indonesia. “Sumber dan tujuan Pancasila dapat ditemukan di 6 kitab suci agama yg ada di Indonesia. Jadilah Pancasila itu religius,” jelasnya.

Untuk mewujudkan tujuan Pancasila perlu kemanusiaan. Jadi harus ada rasa kemanusiaan dalam diri setiap individu untuk bisa mewujudkan tujuan Pancasila.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli menjelaskan di ­Indonesia banyak sekali ­etnik, tetapi bisa bersatu tanpa konflik dan ­permusuhan.

Selain itu, saat ini masyarakat juga harus berhati-hati pada narasi-narasi yang berunsur radikalisme dan ekstremisme. “Masyarakat harus hati-hati pada narasi-narasi pihak-pihak tertentu yang sebenernya mengandung unsur radikal dan ekstremisme,” jelasnya.

Hal lain disampaikan Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Cholil Nofis. Menurutnya agama ialah sumber perekat Pancasila.

“Agama sebenarnya perekat Pancasila dan Pancasila diartikan juga sebagai titik temu,” jelasnya.

Selain itu, agama juga bisa dijadikan spirit sehingga agama dan negara bisa ­saling menopang.

 

Diaktualisasikan

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Antonius Benny Susetyo menjelaskan bahwa Pancasila harus diaktualisasikan dalam kebijakan publik.

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Romo Antonius Benny Susetyo.

 

“Problem kita ialah belum menjadikan kebijakan publik yang sebetulnya itu sangatlah penting. Jika ini sudah terealisasikan, keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia akan dirasakan,”ujar Benny.

Menurut Benny, agama ialah inspirasi batin untuk setiap pemeluknya karena setiap yang percaya ­Tuhan, pasti mempunyai rasa kemanusiaan yang cinta sesama dan tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.

“Pancasila harus jadi ­penguat dan pemersatu bangsa. Tidak memen-tingkan diri sendiri, tetapi bangsa dan negara adalah yang utama,’’ tambahnya.

Pemerintah melalui BPIP ataupun Kemendikbud didorong untuk segera menyusun panduan manual Pancasila sebagai upaya membumikan nilai-nilai Pancasila.

Pengajar di Akademi Pancasila dan Bela Negara (APBN) Dhimas Anugrah mengusulkan agar ­pemerintahan melalui BPIP serta ­Kemendikbud bisa membumikan nilai-nilai Pancasila, sehingga tidak berhenti pada sebuah konsep filsafat negara. (P-1)

BERITA TERKAIT