15 March 2020, 07:40 WIB

AS Tetapkan Darurat Nasional Virus Korona


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

JUMLAH kematian di seluruh dunia akibat wabah virus korona baru (covid-19) melonjak menjadi 5.501 orang pada Sabtu (14/3), dengan jumlah orang yang terinfeksi meningkat menjadi 142.985 orang. Adapun pasien yang sembuh 72.001 orang. 

Hal itu mendorong berbagai negara mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mencegah penyebaran wabah virus korona.

Laporan pada pukul 18.00 WIB menunjukkan 5.501 orang telah meninggal akibat covid-19, adapun di Italia melaporkan tambahan 250 kematian baru, dan Iran mengumumkan 85 orang warganya meninggal pada hari Jumat.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menyatakan darurat nasional untuk membantu menangani wabah virus korona yang terus meningkat. Langkah itu juga memungkinkan pemerintah federal memperoleh dana hingga US$50 miliar berupa dana bantuan darurat.

Langkah ini melonggarkan peraturan tentang penyediaan layanan kesehatan dan dapat mempercepat pengujian.

Tercatat 1.701 kasus covid-19 yang dikonfirmasi di AS, dan 40 korban meninggal. Beberapa negara bagian AS telah mengambil langkah-langkah untuk membendung tingkat infeksi, termasuk melarang pertemuan besar, acara olahraga, dan menutup kegiatan sekolah.

Keputusan tentang keadaan darurat diumumkan Trump dalam pidato langsung dari Rose Garden Gedung Putih. “Delapan minggu ke depan genting,” kata Trump.

Meski sebagian besar Afrika masih terhindar dari penyebaran virus covid-19 yang cepat, semakin banyak negara di benua itu yang terpapar.

Kenya, Ethiopia, Sudan, Guinea, Mauritania, dan Eswatini (sebelumnya dikenal sebagai Swaziland) semuanya mengonfirmasikan kasus pertama mereka pada Jumat dan Sabtu.

Sementara itu, Kosovo mengonfirmasi kasus pertama covid-19. Artinya, saat ini hanya Montenegro sebagai negara yang masih bebas virus itu di Benua Eropa.

Kosovo melaporkan kasus virus korona pertamanya pada Jumat (13/3), pada seorang perempuan Italia berusia 20 tahun dan seorang pria Kosovo berusia 77 tahun.

Sejumlah negara mengambil langkah ketat menyusul penetapan Eropa sebagai pusat pandemi virus korona. Lalu lintas orang dari sebagain besar Benua Biru ditutup.

Perjalanan ke AS dari sebagian besar Eropa ditangguhkan 30 hari mulai Jumat. Langkah itu menyebabkan kemarahan berbagai pihak di benua itu.

Turki menangguhkan penerbangan ke Jerman, Prancis, Spanyol, Norwegia, Denmark, Belgia, Austria, Swedia, dan Belanda.

WHO tidak mengetahui kapan wabah akan memuncak. “Eropa telah menjadi pusat pandemi,” kata Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers virtual Jumat (13/3). (AFP/BBC/Al Jazeera/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT