15 March 2020, 07:10 WIB

Koperasi Modern dan Inovatif Pilihan Kaum Muda


Despian Nurhidayat | Ekonomi

UNTUK menjadi model bisnis pilihan menguntungkan bagi anak muda, koperasi harus dikelola profesional, modern, dan kaya inovasi.

Demikian Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, ketika membuka rapat anggota tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 Kospin Jasa di Pekalongan, Jateng, kemarin.

“Kinerja Kospin Jasa terus tumbuh karena dikelola profesional, menggunakan manajemen modern, penuh inovasi, dan mau memasuki era digital,” kata Teten melalui keterangan resmi, kemain.

Akan tetapi, dia mengakui tantangan koperasi simpan pinjam tidak mudah karena di luar organisasi itu tumbuh lembaga keuangan modern dengan layanan mudah dan cepat. Oleh karena itu, koperasi tidak boleh berhenti berinovasi, selalu memodernisasi manajemen, dan mengadopsi teknologi untuk kemudahan anggotanya.

Tantangan lain, koperasi belum menjadi model bisnis pilihan di masyarakat, khususnya anak muda yang menguntungkan dan memberikan kesejahte-raan bersama. “Ini yang sekarang sedang kami jalankan rebranding koperasi untuk kalangan anak muda.”

Teten mengungkapkan, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kini tengah merancang program koperasi masuk kampus. Program itu diharapkan segera dijalankan agar koperasi tidak semakin tertinggal dan kian mengecil.

“Kami berkepentingan mendorong koperasi semakin berkembang untuk menciptakan jumlah wirausaha yang lebih banyak. Pemerintah sedang ­­menyusun regulasi untuk memudahkan koperasi melalui omnibus law. Perizinan koperasi lebih mudah dan koperasi dapat berbisnis di semua sektor termasuk mengerjakan proyek infrastruktur,” ujar Teten.

Pada sisi lain, Ketua Umum Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid mengatakan kinerja koperasinya pada 2019 menunjukkan pertumbuhan positif meskipun banyak tantangan yang dihadapi sepanjang tahun.

Pada tahun lalu berlangsung perhelat-an politik nasional pemilu, perang dagang Tiongkok dengan AS, dan berbagai bencana yang terjadi di Tanah Air yang semuanya berdampak terhadap kondisi perekonomian nasional.

Andi memaparkan capaian kinerja Kospin Jasa di sektor konvensional selama 2019, yakni aset tumbuh 15,93% menjadi Rp7,8 triliun, tabungan atau simpanan tumbuh 18,03% menjadi Rp5,5 triliun, dan pinjaman naik 25,36% menjadi Rp4,9 triliun. Adapun total aset konvensional dan syariah Kospin Jasa mencapai Rp9,6 triliun.

“Pertumbuhan Kospin Jasa secara persentase lebih baik jika dibandingkan dengan industri keuangan dan perbankan. Dampaknya kepada anggota ialah pemberian sisa hasil usaha yang lebih baik,” ungkap Andi. (Des/X-3)

BERITA TERKAIT