14 March 2020, 22:20 WIB

Kabareskrim: Masuk Gedung Bareskrim Wajib Periksa Suhu Tubuh


Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum

KABARESKRIM Komjen Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh anggotanya menjalankan tiga kewajiban guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Instruksi itu juga berlaku kepada masyarakat yang berkunjung ke Gedung Bareskrim.

Pertama, kata Sigit, anggota dan pengunjung wajib mengecek suhu tubuh sebelum masuk ke Markas Bareskrim. 

"Kedua, wajib meninggalkan area yang banyak orang termasuk kantor dan meminta bantuan personel kedokteran serta kesehatan jika anggota atau masyarakat yang merasa tidak sehat. Segera koordinasi dengan tim medis bila terjadi situasi kontijensi di area Bareskrim,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3).

Ketiga, Listyo mengimbau seluruh anggota maupun pengunjung wajib mencuci tangan setiap kali memasuki dan meninggalkan ruangan kerja. Termasuk, melakukan kegiatan bersih-bersih dengan saniter di seluruh area yang dilalui banyak orang.

"Seperti ruang tunggu, ruang pemeriksaan dan toilet. Kemudian, antar anggota biasakan untuk tidak berjabat tangan sementara,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengaku sudah menjalankan instruksi Kabareskrim.

Ia mengatakan di area akses masuk dan keluar ruangan termasuk toilet sudah terpasang cairan antiseptik atau hand sanitizer.

"Kegiatan antisipasi penyebaran virus COVID-19 di lingkungan Dittipidum Bareskrim Polri yang dapat dilaksanakan juga di polda jajaran," kata Ferdy.

Selain itu, Ferdy mengatakan pihaknya juga menyediakan alat pengukur suhu tubuh yaitu thermal gun untuk memeriksa para anggota dan tamu yang datang.

“Disediakan juga masker untuk anggota dan masyarakat yang beraktivitas di lingkungan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim,” tandasnya.

Diketahui, World Health Organization (WHO) telah menyatakan virus corona Covid-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret. Pemerintah sudah menindaklanjuti dengan menyatakan bahwa wabah korona sudah menjadi bencana nasional nonalam. 

Presiden Joko Widodo resmi membentuk gugus tugas untuk memercepat penanganan penyebaran penyakit itu. (OL-8).

BERITA TERKAIT