14 March 2020, 20:16 WIB

Menkop UKM Minta Pelaku Usaha Furnitur Manfaatkan Peluang Ekspor


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mendorong pelaku usaha furnitur menangkap peluang ekspor yang masih sangat besar. Hal ini dikarenakan ekspor furnitur Indonesia hanya sekitar 2% dari total pasar furnitur dunia.

"Ekspor furnitur Indonesia masih kecil, 2% dari pasar dunia. Ini tantangan bagi pelaku usaha untuk menangkap peluang ini," ungkap Teten saat membuka Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA 2020), Sabtu (14/3).

Teten mengatakan, peluang Indonesia mengisi pasar ekspor furnitur dunia sangat besar karena bahan baku furnitur tersedia di dalam negeri.

Namun, ia mengakui perlu manajemen bahan baku agar pasokan stabil dan kemampuan SDM pengrajin furnitur menjadi lebih baik. Ia yakin jika dua hal ini dikelola dengan baik maka ekspor tidak akan masalah.

Hal yang penting saat ini ialah pelaku usaha menangkap selera pasar yang berkembang cepat untuk menghasilkan corak dan desain yang khas. Ditambah lagi isu lingkungan, pelaku usaha furnitur harus menjaga sustainability.

Baca juga : Koperasi Bisa Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional

"Furnitur dinamis, perkembangannya sangat cepat, kita bisa kalah kompetisi jika tidak melakukan penyesuaian," pungkasnya.

Atas dasar itu, Teten menegaskan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha serta asosiasi perlu berjalan baik untuk menjadikan furnitur sebagai pemain ekspor dunia.

"Industri furnitur merupakan sektor strategis dalam perekonomian nasional. Dalam  industri ini banyak pihak berperan mulai dari hulu sampai hilir, petani hingga pengrajin usaha kecil dan menengah," tutup Teten.

Sekedar informasi bahwa nilai ekspor furnitur Indonesia pada 2018 mencapai 1,79 miliar dolar AS. Selain itu, industri furnitur juga berperan sangat besar dalam penyerapan tenaga kerja, sekitar 4,51% dari total tenaga kerja di sektor manufaktur berasal dari sektor industri furnitur. (OL-7)

BERITA TERKAIT