14 March 2020, 18:52 WIB

Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah Jadi 8 Orang


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PEMERINTAH mengumumkan jumlah pasien yang terinfeksi virus korona (Covid-19) terus bertambah. Hingga kini tercatat ada 96 orang yang positif korona di wilayah Indonesia.

 Di saat yang sama, pemerintah juga mengumumkan penambahan pasien yang berhasil sembuh dari sebelumnya 5 orang menjadi 8 orang.

"Dari yang terjangkit atau positif, ada 8 orang yang sudah dinyatakan sembuh dengan perawatan sudah berjalan lebih dari seminggu," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (14/3).

Tiga pasien pertama yang berhasil sembuh ialah kasus 6, kasus 14, dan kasus 19. Kemudian, ada dua pasien lagi yang sembuh yakni kasus 1 dan kasus 3. Untuk tambahan tiga pasien sembuh terbaru, Yurianto tak menyebutkan identitas kasusnya.

"Indikasinya (sembuh) tidak ada lagi keluhan fisik dan dua kali pemeriksaan laboratorium hasilnya negatif. Ini pasien yang kita rawat di Tanah Air," imbuhnya.

Baca juga : Kepala Daerah Diminta Segera Susun Gugus Tugas

Belajar dari para pengalaman pasien yang berhasil sembuh, Yurianto mengatakan infeksi virus korona bisa diatasi dengan perawatan peningkatan imunitas tubuh. Terlebih untuk kasus yang tanpa disertai penyakit penyerta (komorbid).

"Kita bersyukur bahwa penyakit ini tidak berdampak signifikan dalam konteks perawatan pasien karena virus ini yang self-limiting disease yang bisa sembuh sendirinya dengan memperbaiki imunitas. Memang pada beberapa kasus menjadi meninggal disebabkan karena ada faktor lainnya," ucapnya.

Karena itu, imbuhnya, pemerintah mengajak partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mencegah meluasnya penularan. Bagi warga yang memiliki gejala atau baru berpergian dari negara lain yang mengalami kasus Covid-19, diminta untuk aktif melaporkan diri ke rumah sakit.

"Strategi yang kita lakukan sekarang adalah melakukan pendekatan komunitas. Kita fokus pada yang sehat agar jangan sakit dengan memutus penularan. Tracing akan dilakukan secara masif tanpa menimbulkan kepanikan untuk mencari dan mengisolasi kasus positif," tukasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT