14 March 2020, 18:38 WIB

Kepala Daerah Diminta Segera Susun Gugus Tugas


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

GUBERNUR, wali kota serta bupati diminta segera menyusun gugus tugas percepatan penangan covid-19 berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi dari ketua tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 (TGTP2C) pusat.

"Gubernur dalam menjalankan tugasnya akan dibantu oleh unsur tni-polri, dan unsur pemerintah pusat, seperti pangdam, korem, kapolda, kadinkes, dan para pihak terkait lainnya yang bisa berkontribusi dalam penanganan,'' ujar TGTP2C, Doni Monardo, Sabtu (14/3).

Selanjutnya, kata Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bupati dan wali kota dalam pelaksanan tugasnya juga akan dibantu oleh tni-polri, kemudian polri kapolres, kadiskes, dan kepala bpbd, dan para pihak terkait lainnya.

Doni menjelaskan, secara teknis penanganan jajaran sektor baik dari pemerintah maupun para pihak dari BUMN, sektor lembaga usaha, lembaga non pemerintah, pergiruan tinggi, lembaga riset akan dilibatkan terencana dan terpadu, untuk melakukan kegiatan pencegahan, percepatan deteksi, dan respon.

"Aksi nyata yang dilakukan adalah memperbanyak tempat pengetesan covid-19, memperbanyak tempat tes untuk tes secara cepat, memperbanyak tenaga medis dan mengundang dan melibatkan semua pihak, termasuk para mahasiswa kedokteran tingkat akhir, dan dokter-dokter dari IDI, serta relawan medis lainnya," sebutnya.

Para tenaga medis tersebut juga, Kata Doni akan membantu memberikan penjelasan tentang seluk beluk penanganan covid-19 sehingga masyarakat dengan mudah mendapat penjelasan yang benar dan akurat, disamping juga mendapatkan informasi dari website dan call center yang akan terus diperkuat.

"Pelibatan masyarakat sangat berperan penting masyarakat menjadi subjek dan berpartisipasi aktif dalam pencegahan dan deteksi dini, dengan cara meningkatkan imunitas diri, dengan melaksanakan gerakan masyarakat sehat, melakukan upaya pengurangan kontak fisik memberikan informasi jika merasakan gejala atau memiliki riwayat mengunjungi negara yan terjangkit covid-19, melakukan karantina diri dgn mengacu pada protokol dari kementerian kesehatan," paparnya.

Dia juga menenkan agar meningkatkan rasa goto royong, saling membantu dan membangi masker kepada warga yang menunjukan gejala seprti flu , batuk , pilek, bersin, demam. Hingga berbagi makanan kepada masyarakat yang belum sejahtera agar imunitas diri mereka meningkat.

Hal tersebut pada dasarnya tidak hanya bermafaat bagi mereka yang dibantu, tapi bagi masyarkat yang memberikan bantuan karena mengurangi resiko terjandinya penuluran yang lebih serius.

"Kita harus memandang virus ini yang dihadapi secara bersama-sama. Saat ini tidak perlu saling meyalahkan karena sama sekali tidak ada manfaat, hanya membuat diri kita imunitas tubuh kita berkurang. Saat ini momentum yang sangat baik untuk bela negara yang telah digulirkan dari 2018, saling memberikan semangat dan saling membantu untuk memutus mata rantai yang berbahaya khusunya kelompok rentan, usia lanjut, balita wanita hamil, dam juga penderita penyakit bawaan," pungkas Doni.

Selanjutnya, Doni menegaskan presiden telah meminta kepadanya sebagai kepala gugus tugas melakukan kerjasama terus menerus dengan WHO. Adapun 9 protokol yang disiampaikan who.

1.kooridnadisi ditingkat nasional dan daerah.

2.menyampaikan informasinyang tepat dan benar, pencegahan kepada masyarakat.

3. Melaksanakan survialnce untuk melakuakan pelacakan kasus.

4. Melaksanakan tindakan yang tepat dan sesuai pintu masuk dan keluar di indonesia.

5. Membentuk tim reakresi cepat

6. Memperkuat sistem covid19

7. Melaksankaannan tindakan pencegahan dan pengawasan terhadap ninfeksi baru.

8.melaksanakan tata laksana kasus yang berkelqnjutan kepada korban.

9. Menjaga kebutuhan logitik meterial dan fasilitas kesehatan. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT