14 March 2020, 17:38 WIB

Doni Monardo : Perlu Percepatan Masif Lindungi Warga


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) (TGTP2C) yang dibentuk, kemarin, berkomitmen lakukan percepatan penanganan masif lindungi warga Indonesia yang masih sehat dan sakit

"Agar tidak tertular penyakit dan juga berusaha dengan semaksimal mungkin yang telah sakit," tegas Ketua TGTP2C, Doni Monardo, di Jakarta, Sabtu (14/3).

Menurut Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan tugas besar tersebut pihaknya akan bersama-sama dengan kementerian lembaga yakni kementerian kesehatan dan menko pmk, mabes tni, mabes polri, kantor kepala staf presiden

Guna melakukan hal itu, Kata Doni diperlukan percepatan penanganan covid-19 secara masif dgn melibatkan seluruh sumberdaya nasional melalui kolaborasi. Baik pemerintah, pemerintah daerah, akademisi, peneliti khususnya di bidang virus, dunia usaha, komunitas termasuk para pakar dan tentunya kawan media sekalian.

"Percepatan yang dilakukan adalah dengan membuat manajemen keuangan bencana. Memberikan akses lebih luas dan juga dalam penggunaan sumber daya secara terencana dan terpadu, sebagaimana tercantum dalam pasal 50 UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Karena virus ini sudah dikategorikan sebagai pandemik global mala statusnya adl bencana non-alam," sebutnya

Menurutnya, berdasarkan penanganan covid 19 di negara lain, maka Indonesia perlu melakukan dan mengunakan sumber daya yang dimiliki baik personal, peralatan, dan logistik dan lain-lain

"Ibu menteri keuangan hari ini akan mengeluarkan peraturan, dan juga menteri dalam negeri, sehingga memudahkan kepala daerah menggunakan dana yang bersumber dari apbn, apbd, untuk penangan covid 19," paparnya.

Dia mengingatkan virus ini menginfeksi siapapun tanpa mengenal istilah jabatan ras, agama, sehingga harus bersama-sama menghapinya. Lanjut Doni, Pemerintah menyampaiakan agar semua masyarakat tidak panik tapi waspada.

"Jangan melakukan tindakan yang sangat berlebihan, contohnaya memborong sembako. Membeli masker, handtazier, dan kebutuhan-kebutuhan lainya diperlukan masyarakat," paparnya.

Dia meminta semua lapisan masyarakat seluruh dunia, baik usaha, bumn, bumd, swasta, organisasi keagaaman agar bisa membantu pemerintah, dengan memperbanyak kegitaan bersih-bersih di ruang publik, kemudian dapat memberiakn informasi korban positif covid 19 untuk dilakuakan trecing dan nantinya akan di pelopori oleh pakar epedemi, TNI polri, dan BIN.

"Kemudian perlibatan komponen masyarakat, sampai dengan tingkat rt rw kita butuhakan, apabila ada warga yang kurang sehat agar bisa sehat ditanganisecara cepat," lanjutnya

Begitu juga keterlibatan pemda dalam melakukan tes dengan memanfaatkan laborotirium yang ada, untuk covid 19 dan berkoordinasi dengan kemnkes.

"Setiap pemda diharapakan menyusun susunan tugas percepata di tingkat provinsi kabupaten, kota," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT