14 March 2020, 16:17 WIB

UGM Tetapkan Siaga Virus Korona. Ini Protokol Lengkapnya


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

MENINDAKLANJUTI Surat Edaran Nomor 1285/UN1.P/SET-SR/TW2020 tentang Kewaspadaan terkait Covid-19, perkembangan penyebaran wabah Covid-19 yang terjadi di berbagai negara, status pandemik oleh WHO, serta kondisi penyebaran di wilayah DIY dan sekitarnya, UGM memberlakukan status Siaga COVID-19.

Status tersebut dikeluarkan Rektor UGM Prof Panut Mulyono, Sabtu  (14/3), melalui Surat Edaran Rektor No 1604/UN1.P/HKL/TR/2020 tentang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan UGM.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono. (MI/Ardi Teriti Hardi)

Baca juga: Positif Virus Beta Corona, Ratusan Kelelawar di Solo Dimusnahkan

A. Sebagai tindak lanjut terhadap penetapan status tersebut, UGM meminta:

1. Tetap Tenang

Seluruh sivitas UGM untuk tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan menghindari kerumunan.

2. Edukasi

UGM meningkatkan edukasi tentang Covid-19 kepada seluruh sivitas UGM.

3. Promosi ksehatan

UGM melakukan promosi kesehatan intensif untuk pencegahan penularan infeksi di lingkungan kerja UGM, melalui kampanye etiket batuk, hand hygiene, pengadaan fasilitas hand sanitizer, masker, dan disinfektasi tempat kerja secara rutin (minimal 2 kali per hari).

4. Logistik

UGM memastikan logistik untuk pencegahan infeksi meliputi masker, hand
sanitizer, dan disinfektan tersedia di setiap unit.

5. Kurangi kegiatan

Mengurangi berbagai kegiatan yang melibatkan sivitas UGM, baik yang berada di dalam dan luar kampus.

6. Batalkan kegiatan

Membatalkan/menunda kegiatan yang melibatkan lebih dari 50 orang,  termasuk kegiatan seminar, workshop, pengabdian masyarakat, dan kegiatan lainnya.

7. Hari masuk kerja

Pimpinan fakultas/sekolah/unit kerja melakukan pengaturan ulang hari masuk kerja bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk mengurangi interaksi antarindividu tanpa mengurangi hak atas prestasi kinerja.

Baca juga: Universitas Brawijaya Klarifikasi Isu Korona Masuk Kampus


B. Mobilitas Sivitas UGM.

1. Batasi mobilitas

Membatasi mobilitas ke dalam dan ke luar negeri.

2. Tutup mobilitas

UGM menutup mobilitas incoming dan outgoing dari/ke Tiongkok, Italia, Korea Selatan, dan Iran sampai dengan Mei 2020 (akan dievaluasi kembali berdasarkan instruksi pemerintah). Bagi sivitas UGM yang melakukan aktivitas dan akan pulang dari ke-empat negara di atas, prosedur kepulangan mengikuti protokol dari KBRI setempat.

3. Daftar WHO

UGM juga menutup mobilitas incoming dan outgoing dari/ke negara-negara yang masuk ke dalam list WHO sebagai negara yang memiliki penularan lokal. Data negara terjangkit dapat dilihat di http://ugm.id/covidwho.

4. Tunda perjalanan

UGM mengimbau agar sivitas akademika menunda perjalanan dinas ke luar negeri dan tamu asing ke UGM bagi negara-negara yang tidak ada dalam list penularan WHO.

5. Prosedur.

Prosedur mobilitas ke luar negeri mengikuti prosedur sebagai berikut:

a. Sivitas akademika UGM wajib mengajukan permohonan izin perjalanan dinas ke luar negeri dengan memberikan detail rencana perjalanan.

b. Izin perjalanan dinas ke luar negeri diberikan berdasarkan verifikasi dan rekomendasi Satgas COVID 19 dengan memegang prinsip kehati-hatian serta mengikuti prosedur dan kaidah yang ditetapkan Oleh pihak berwenang di negara tujuan.

6. Prosedur mobilitas ke dalam UGM dari luar negeri:

a. Sivitas UGM (WNI) yang baru bepergian dari luar negeri harus:

i. memeriksakan kesehatannya di unit layanan primer sesuai alur BPJS masing-masing dan menyampaikan hasil pemeriksaan kesehatan kepada satgas COVID-19 UGM.

ii. Sivitas UGM (WNI) yang baru berkunjung ke negara yang sudah terdapat kasus wajib melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari dan melakukan aktivitas kantor dari rumah (teleworking)

iii. Sivitas UGM yang telah selesai masa karantina mandiri selama 14 hari, dapat kembali  beraktivitas di dalam kampus.

b. Apabila ada unit kerja yang saat ini memiliki tamu dari negara yang terjangkit, maka perlu melakukan hal-hal berikut:

i. Melaporkan data tamu ke Satgas COVID-19 UGM ii. Menempatkan tamu di fasilitas guest house UGM iii. Mengirimkan tamu dengan gejala demam dan sesak nafas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUP dr. Sardjito.

ii. Mengirimkan tamu tanpa gejala demam dan sesak nafas untuk mengikuti pemeriksaan di Rumah Sakit Akademik (RSA)

iii. Tamu diminta tetap tinggal di guest house selama 14 hari untuk keperluan monitoring. Tamu dapat melakukan teleworking dari tempat menginap.

iv. Tamu dapat melakukan aktivitas akademik di lingkungan UGM apabila tidak ada keluhan hingga hari ke-14.

v. Beban biaya pemeriksaan kesehatan bagi tamu warga negara asing WNA menjadi beban universitas.

Baca juga: Ini 8 Protokol Pandemi Virus Korona di UNY

c. Terkait kegiatan akademi, UGM mengeluarkan panduan:

1. Menggantikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kampus dan kelas dengan metode KBM dalam jaringan (daring) dan atau menggunakan metode Iain untuk menjamin kelanjutan proses dan mutu pembelajaran mulai Senin (16/3).

Langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Dosen menyiapkan konten pembelajaran dari berbagai sumber melalui Sistem Manajemen Pembelajaran yang dikembangkan melalui https://elok.ugm.ac.id atau sistem Iain yang sudah biasa digunakan oleh dosen dan mahasiswa.

b. Dosen melaksanakan KBM berbasis konten dari rekaman video yang bisa diunggah ke Youtube yang bersifat tunda/asynchronous (tidak langsung) dan dikombinasikan dengan komunikasi melalui e-mail, group sosial media, forum diskusi online, website dan bentuk Iain yang sesuai dengan preferensi dosen.

c. Dosen mendorong mahasiswa untuk penguatan KBM dan terstruktur melalui sumber-sumber belajar berbasis daring (Massive Open Online Courses) yang dapat mendukung target Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK),

d. Dosen menguatkan penerapan metode blended learning dalam pembelajaran sesuai SK Rektor nomer 463 tahun 2019 (Perubahan atas SK nomor 825 tahun 2018) dengan bobot yang dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi kegawatdaruratan,

e. Dosen melakukan interaksi dengan mahasiswa melalui fasilitas interaksi daring. UGM telah menyediakan fasilitas interaksi langsung/synchronous secara daring melalui Webex https://ugm-spark.webex.com. Dosen dapat memanfaatkan Webex atau menggunakan aplikasi interaksi daring Iain yang menjadi preferensi Oleh dosen dan mahasiswa (misal: skype, google hangout, zoom meeting dll),

f. Penilaian mahasiswa (student assessment) dalam mata kuliah, termasuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), dapat dilakukan menggunakan Sistem Manajemen Pembelajaran yang dikembangkan melalui https://elok.ugm.ac.id atau sistem/bentuk Iain yang menjadi preferensi oleh dosen dan mahasiswa.

g. Kegiatan pembimbingan, konsultasi dan ujian (skripsi, tesis, disertasi dan sejenisnya) dilakukan secara daring dan atau menggunakan sistem dan aplikasi yang telah disediakan.

h. Kegiatan ujian dan pendadaran dengan peserta terbatas masih dapat dilakukan di dalam ruang ujian.

i. Status kelulusan seseorang ditentukan pada rapat yudisium. Ijazah tetap diberikan kepada mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus dalam rapat yudisium. Tanggal ijazah akan disesuaikan dengan tanggal wisuda terdekat dari pelaksanaan yudisiumnya.

2. Pimpinan Fakultas, Sekolah dan jajarannya diharap segera menyiapkan implementasi metode dan proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam butir-butir di atas dan didukung oleh unit-unit terkait di tingkat universitas.

Civitas Akademika UGM dapat menghubungi hotline Satgas COVID-19 UGM melalui telepon/Whatsapp 0274 6492599 (jam kelja 07.30 - 17.00 WB) dan telepon 0274-4530303/0274 6491234 (di luar jam kerja).

Dokumen terkait, kebijakan, protokol, materi edukasi untuk tindakan pencegahan penularan COVID-19 akan diinformasikan melalui laman http://hpu.ugm.ac.id.

"Demikian surat edaran ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih. UGM akan melakukan evaluasi harian terhadap situasi terkait COVID-19. Status SIAGA akan diubah menjadi AWAS apabila terjadi eskalasi situasi terkait COVID-19. UGM akan mengeluarkan surat edaran baru terkait perubahan status tersebut," pungkas Panut. (X-15)

BERITA TERKAIT