14 March 2020, 13:48 WIB

Universitas Brawijaya Klarifikasi Isu Korona Masuk Kampus


Bagus Suryo | Nusantara

UNIVERSITAS Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan situasi dan kondisi setelah beredar isu mahasiswa terserang virus korona (COVID-19) cukup membuat gaduh terutama di media sosial. Padahal isu adanya mahasiswa yang terpapar virus korona tersebut tidak benar.

"Belum (belum positif). Beritanya di luar, waduh," tegas Kepala Sub Bagian Kearsipan dan Humas Universitas Brawijaya Kotok Gurito, Sabtu (14/3).

Karena itu UB mengklarifikasi berita yang beredar luas tersebut. Dalam rilis isu seorang mahasiswa Fakultas Teknik UB suspect virus korona. Pihaknya menyampaikan bahwa mahasiswa yang bersangkutan sedang dalam pantauan tenaga medis di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Sejauh ini, lanjutnya, mahasiswa yang menjalani perawatan masih belum bisa dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Sebab tidak memenuhi kriteria berhubungan dengan orang yang terdiagnosa positif maupun tidak berhubungan dengan area terjangkit.

Adapun isu korona di kampus UB muncul lantaran ayah dari mahasiswa itu meninggal dunia pada Maret 2020 sebelumnya diduga karena Covid-19. Tapi hasil tes laboratorium dinyatakan negatif. Bahkan ibu dari mahasiswa itu juga sehat atau tidak terinfeksi Covid-19.
Dengan demikian di kampus setempat maupun Kota Malang belum ada kasus terpapar atau belum terindikasi terjangkit Korona.

Kendati sudah terlanjur ada isu yang beredar di media sosial dan masyarakat, pihak Universitas Brawijaya mengambil langkah pencegahan dan kewaspadaan.

"Terpenting pada prinsipnya tetap tenang, tidak panik," ujarnya.

Sementara itu Humas Fakultas Teknik UB, Miko Irfanti menyatakan pimpinan Fakultas Teknik tidak menutup akses seluruh fasilitas. Saat ini yang dilakukan hanya mengurangi kegiatan yang bersifat tatap muka baik kegiatan akademik maupun nonakademik.

"Salah satu kebijakannya adalah melaksanakan ujian tengah semester (UTS) dengan metode daring atau take home exam," katanya.

Dengan demikian sejak Senin (16/3) nanti, UTS menerapkan sistem ujian di rumah. Sedangkan pengurangan kegiatan tatap muka melibatkan banyak orang baru akan dilakukan pekan depan. Teknisnya masih menunggu kebijakan dari rektorat.

baca juga: Puluhan Warung Makan di Ternate Hangus Terbakar

Di sisi lain, pihak kampus sudah melakukan sterilisasi dan menyemprotkan cairan desinfektan di gedung Jurusan Teknik Industri mulai Sabtu (14/3) dan akan dilanjutkan Senin (16/3), dengan pengawasan tim satuan tugas pencegahan penyebaran virus Korona UB. Satgas itu melakukan sosialisasi, edukasi dan promosi termasuk berbagai kegiatan pencegahan penyebaran virus Korona kepada civitas academica, menjalankan kewaspadaan diri dan menjalankan aktivitas sesuai prosedur yang ditetapkan. Satgas juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Malang guna melakukan tindakan pencegahan dan kewaspadaan. (OL-3)

BERITA TERKAIT