14 March 2020, 11:43 WIB

Warga Diminta Kurangi Kontak Fisik


BY/N-1 | Nusantara

GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau warganya untuk mengurangi kontak fisik demi menekan penyebaran virus korona. Bahkan, kebiasaan Bberjabat tangan pun disarankan tidak dilakukan hingga persoalan kesehatan itu selesai.
“Di Jawa Barat salamannya diganti dulu. Itu kesepakatan kami,” kata Ridwan Kamil atau Emil seusai rapat koordinasi dengan DPRD provinsi itu di Gedung Sate, Bandung, kemarin. Ia mengatakan, penyebaran virus korona (covid-19) berawal dari kontak fisik, yakni jabat tangan. Tanpa mengurangi rasa keakraban, menurutnya, salam apalagi dengan bersentuhan pipi, harus dihentikan dahulu.
“Tanpa mengurangi pertemanan, persahabatan, salamannya lakukan dengan menangkupkan kedua telapak tangan lalu menempatkannya di dada, dengan badan sedikit rengkuh. Jadi kurangi jabat tangan langsung,” ujarnya. Jabat tangan seperti itu, menurut Emil, sudah bukan hal aneh di Jabar, apalagi masyarakat Sunda sejak dahulu terbiasa bersalaman seperti itu. Guna mengatisipasi penyebaran virus korona Gubernur juga akan mengurangi kegiatan-kegiatan berbentuk mengumpulkan massa. Termasuk pertandingan sepakbola akan tanpa penonton. “Potensi (penyebaran virus) besar seperti itu dihindari. Bahkan di Eropa, pertandingan dilaksanakan tanpa penonton,” katanya. Di sisi lain, Emil meminta perguruan tinggi mengoptimalkan penelitian fungsi kina untuk pengobatan covid-19. Riset untuk bukti empiris sangat diperlukan dan menjadi solusi baik dalam menanganaipersoalan covid-19. Menurutnya, ia menerima informasi banyaknya kandungan kloroquin fosfat pada kina mampu mencegah pertumbuhan virus korona. “Untuk lebih jelasnya, bisa ditanya ke Profesor Keri (Guru Besar Unpad),” tutur Emil.
Gubernur menyebutkan penelitian serupa telah dilakukan di Amerika Serikat dan Tiongkok. Hasilnya, lembaga peneliti di dua negara tersebut membuktikan ekstrak kloroquin fosfat efektif menghambat pertumbuhan virus korona. (BY/N-1)

BERITA TERKAIT