14 March 2020, 10:55 WIB

PLTP Kamojang Kini Punya Kapasitas 375 MW


Despian Nurhidayat | Ekonomi

INDONESIA Power kini memiliki Unit Pembangkit EBT (energi baru terbarukan) yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Power Generation O&M Services Unit (POMU) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"PLTP Kamojang itu geothermal energy atau pembangkit listrik tenaga panas bumi pertama dan paling tua di Indonesia. Ini sebenarnya sudah dieksplorasi dari zaman Belanda dan pengeboran pertama itu sekitar tahun 1800. Mereka menemukan bahwa ini punya potensi panas bumi. Akhirnya, PLTP Kamojang pertama kali beroperasi pada tahun 1982 dengan 1 Unit Pembangkit dan terus ditingkatkan hingga menjadi 7 Unit Pembangkit dengan total kapasitas terpasang 375 MW," ungkap Direktur Operasi I PT Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai saat melakukan kunjungan ke PLTP Kamojang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/3).

Kamojang POMU sendiri telah mengelola total 7 unit pembangkit yang berkapasitas 375 MW, terbagi di 3 sub unit yaitu, PLTP Kamojang dengan 3 unit pembangkit berkapasitas sebesar 140 MW, PLTP Darajat yang berada di Kabupaten Garut dengan 1 unit sebesar 55 MW, dan PLTP Gunung Salak yang berada di Kabupaten Bogor sebesar 180 MW dengan 3 unit pembangkit.

"Selain ketiga sub unit tersebut, Indonesia Power Kamojang POMU juga mengelola PLTP Ulumbu yang terletak di Nusa Tenggara Timur sebesar 10 MW," lanjutnya.

Head of Corporate Communication PT Indonesia Power, Rahmi Sukma menambahkan bahwa PLTP Kamojang berkomitmen untuk tidak mengesampingkan aspek pencapaian kinerjanya. Terbukti hingga Juli 2019, Kamojang POMU telah menunjukan kinerja baik dengan berhasil mendapatkan pencapaian EAF (Equivalent Availability Factor) dan EFOR (Equivalent Force Outage Rate) sampai dengan Juli 2019 berada di angka 96,44 dan 0,68.

Selain pencapaian itu, Kamojang POMU juga telah memenangkan beberapa penghargaan dalam bidang Lingkungan maupun CSR. Salah satu yang baru saja diterima di tahun 2019 adalah Penghargaan Proper Emas yang diterima dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dan penghargaan Mitra Pembangunan Jawa Barat Program CSR/PKBL dari Gubernur Jawa Barat.

"Sistem tata kelola yang baik dan selalu mengedepankan dan memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan adalah salah satu kunci prestasi PLTP Kamojang," ujar Rahmi.

Sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik, Indonesia Power Kamojang POMU melakukan Program Tanggung Jawab Sosial atau lebih sering dikenal dengan Program CSR (Corporate Social Responsibility). Di antaranya adalah budidaya tanaman kopi pelag yang ditanam di kaki Gunung Papandayan oleh mitra binaan sebagai tanaman penyangga untuk mencegah longsor di daerah pegunungan. Sekaligus sebagai area tangkapan air yang fungsinya sebagai natural recharge sumber uap panas bumi.

baca juga: Pengusaha Diimbau untuk Tetap Tenang

Selain itu, Kamojang POMU juga telah melakukan pemberdayaan pada nelayan ikan di Situ Bagendit yang merupakan area obyek wisata di wilayah Garut. Budidaya ikan nila sekaligus mengolahnya menjadi produk camilan bernama Laux Leutix.

"Kamojang POMU juga melakukan program penanaman 1000 pohon hingga 2021 untuk mengurangi emisi CO2," tutupnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT