14 March 2020, 10:30 WIB

Destinasi Wisata Ditutup 14 Hari


Ins/Put/Sru/J-3 | Megapolitan

SEMUA tempat wisata milik Pemprov DKI akan ditutup selama dua pekan. Keputusan terkait upaya mencegah penularan virus korona baru (covid-19) itu disampai-kan Gubernur DKI Anies Baswedan dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Penutupan destinasi itu, berlaku sejak hari ini. Pun selama proses penutupan bakal dilakukan pembersihan dengan desinfektan. Keputus-an tersebut bertujuan meminimalisasi pertemuan warga di pusat keramaian.

Tercatat ada 17 destinasi wisata yang ditutup. Rinci-annya, Monumen Nasional (Monas), Ancol, kawasan Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan, Anjungan DKI di TMII, Taman Ismail Marzuki, PBB Setu Babakan, Rumah Si Pitung, Pulau Onrust, Museum Sejarah Jakarta, Museum Pra-sasti, Museum MH Thamrin, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Tekstil, Museum Wayang, Museum Bahari, dan Museum Joang'45.

Sebelumnya, Anies juga mengimbau kepada seluruh warga Jakarta untuk mengurangi kegiatan di keramaian. Kegiatan di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau dikenal car free day pun ikut ditiadakan selama dua pekan ke depan.

"Seluruh masyarakat Jakarta untuk prioritaskan kegiatan di rumah dan permukiman sekitar. Kurangi di tempat ramai. Sebisa mungkin batasi interaksi dengan kerumunan orang banyak dan sebisa mungkin berkegiatan secara terbatas," kata Anies.

 

Polarisasi

Wakil Kepala Polri Komjen Gatot Eddy Pramono mengimbau masyarakat untuk tidak terpolarisasi terkait berbagai isu yang masih diragukan kebenarannya, termasuk isu virus korona. Ia berharap masyarakat tidak panik dan tetap berpola hidup sehat dengan rajin berolahraga.

"Jangan jadikan meluasnya wabah virus korona untuk memperuncing dan melebarkan polarisasi sosial. Tetapi sebaliknya, mari mengambil hikmah untuk menjadikannya sebagai sarana persatuan bangsa," ujarnya.

Polda Metro Jaya juga mengingatkan jajarannya untuk bersama masyarakat mencegah wabah virus korona. Salah satu upaya itu ialah membersihkan berbagai ruang publik, termasuk tempat ibadah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan polisi berkewajiban mengajak semua pihak bergerak bersama.

"Iya, ini sudah menjadi tugas kita, ayo kita bersih-bersih di semua ruang publik," terang yusri.

Di sisi lain, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya menyebut moda raya terpadu (MRT) sebagai penyedia layanan publik transportasi massal yang paling siap meng-antisipasi covid-19.

Penegasan itu disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, seusai sidak ke sejumlah sarana transportasi publik di Ibu kota, kemarin. "Semua indikator terpenuhi oleh MRT. Kelemahan MRT tinggal di pengawasan dalam melaksanakan SOP mereka," tandasnya. (Ins/Put/Sru/J-3)

BERITA TERKAIT