14 March 2020, 10:14 WIB

Tak Khawatir Korona, Ratusan Pegiat Foto Berburu di Yogyakarta


Agus Utantoro | Nusantara

DI TENGAH maraknya isu sebaran virus korona, ratusan fotografer penyuka fotografi makro, melakukan perburuan objek fotografi di Yogyakarta. Mereka yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini, mengikuti pesta besar  yang bertajuk March Macro. Kegiatan ini berlangsung hingga Minggu (15/3).

Koordinator March Macro 2020, Teguh Santoso menjelaskan pada kegiatan yang selalu diselenggarakan pada bulan Maret ini, penyelenggara telah menyiapkan racikan agenda yang cukup seru.

"Mulai dari konsep human interest di Ledok Tinjon, street photo di Kotagede atau Malioboro, sunset di Pantai Glagah, bakmi Jawa di Pasar Ngoto, ngopi malam seru di Believe, merumput di Ngoto Macroland dilanjutkan sarapan soto di Ndalem Kasantosan dan Sunrise di Gunung Ireng dan titik-titik fotografi lainnya," kata Teguh, Jumat (13/3) malam.

Dalam acara lomba foto kali ini, yang menjadi objek foto adalah kuliner khas Jogja, seperti bakmi Jawa, wedang ronde dan sebagainya.

"Acara ini diikuti sekitar 100 fotografer dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk tokoh-tokoh fotografi Indonesia antara lain dosen ISI Yogyakarta Risman Marah, Arbain Rambey, mantan fotografer Harian Kompas, Prof. Soeprapto Soedjono, Johnteffon, Johnny Hendarta dan sebagainya," kata Teguh Santoso.

Ia menambahkan, March Macro, bukan gathering fotografi saja, namun juga menjadi ajang saling bertemu dan meningkatkan kemampuan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, menurut Teguh Santoso, selain rally fotografi seperti lanskap, human interst dan model, puncak acara adalah Lomba Foto Macro on the Spot, yang diharapkan adalah menghasilkan
juara-juara dengan karya foto yang fenomenal dan menginspirasi.

baca juga: Fasilitas Umum Pemkot Denpasar Disemprot Desinfektan

"Secara umum, nilai lebih dari March Macro ini adalah gathering berkesinambungan sejak 2014. Sekarang sudah memasuki tahun ke 6. Dari tahun ke tahun kuantitas dan kualitas peserta semakin meningkat. Para fotografer berdatangan bukan hanya dari lingkungan DIY, tetapi juga dari beberapa kota di Indonesia," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT